Home Milenial Budaya Toleransi Perlu Diperkuat dari Lingkungan Pendidikan

Budaya Toleransi Perlu Diperkuat dari Lingkungan Pendidikan

Semarang, Gatra.com - Wahid Foundation dan Mitra Sekolah Damai menginisiasi kegiatan “Jateng EduFest 2021: Urip Rukun, Jateng Gayeng.” yang akan digelar secara daring pada Rabu, 21 April 2021 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 WIB.

Capacity Building Officer dari Wahid Foundation Mauliya Risalaturrohmah dalam keterangannya Selasa (20/4) mengatakan, Pentingnya terus mengkampanyekan budaya toleransi.

"Festival pendidikan ini diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk terus – menerus melakukan kampanye budaya toleransi dan promosi perdamaian dalam membangun iklim lingkungan sekolah yang inklusif dan nyaman bagi semua golongan," katanya.

Dijelaskannya, sejumlah tokoh bakal hadir dan mengisi kegiatan tersebut, yakni: Yenny Wahid (Direktur Wahid Fondation), Perwakilan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), dan Nadiem Anwar Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI).

Kemudian, dilanjutkan dengan dua talkshow pada waktu yang bersamaan, pada room I, bertema “Penguatan Budaya Toleransi dalam Lingkungan Pendidikan”. Tema ini diangkat sebagai upaya untuk mengembangkan bina damai di sekolah-sekolah yang terwujud melalui praktik toleransi baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan kelas.

Beberapa narasumber yakni: Jumeri, S TP., M.Si. (Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah), Ayu Kartika Dewi (Staf Khusus Presiden RI), Mujtaba Hamdi (Direktur Eksekutif Wahid Foundation), dan Dr. Hari Wuljanto, M.Pd ( Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah). Dan room II, diskusi cerdas mengangkat tema “Cerita Baik Merawat Toleransi” dengan narasumber: Wirda Mansur (Influencer muda), dan Faye Simanjuntak (Founder rumahfaye).

"Rangkaian kegiatan ini dikemas untuk mengapresiasi upaya – upaya yang dilakukan sekolah untuk mencegah intoleransi dan ekstrimisme kekerasan di lingkungan sekolah serta untuk mengajak sekolah - sekolah lain mempromosikan perdamaian dan keberagaman," jelasnya.

Harapan lain dari kegiatan tersebut adalah tumbuhnya pengembangan budaya damai di Sekolah dan bisa menjadi basis dalam mendorong terbitnya regulasi pendidikan toleransi dan gerakan bersama khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

"Selain itu dari hasil diskusi ini nanti tumbuh komitmen bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat sipil untuk mengembangkan budaya damai di Sekolah melalui Deklarasi Sekolah Damai Pro-toleransi dalam upaya pencegahan intoleransi dan radikalisme di lingkungan pendidikan,"tandasnya.

Untuk diketahui, saat ini, Sekolah Damai telah memiliki 20 sekolah pada tingkat SMA/SMK Negeri di DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat sebagai pilot program.

Di Jawa Tengah ada 5 Sekolah Damai yang menjadi mitra Wahid Foundation antara lain SMAN 11 Semarang, SMAN 7 Semarang, SMAN 10 Semarang, SMAN 13 Semarang dan SMAN 1 Cepiring Kendal.

254