Home Info Satgas Covid-19 Klaster Takziah, 38 Positif Covid, 1 Tewas, 2 RT Lockdown

Klaster Takziah, 38 Positif Covid, 1 Tewas, 2 RT Lockdown

Sragen, Gatra.com- Satgas Covid-19 Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah melockdown dua RT di wilayahnya. Puluhan warga di dua RT tersebut terpapar Covid-19, diduga tertular saat takziah. Sejauh ini 38 warga terkonfirmasi positif Covid-19. Satu lagi yang terpapar meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen Hergiyanto mengatakan klaster penularan ini bermula dari seorang warga meninggal dunia karena sakit. Kemudian keluarga dari Jakarta dan Brebes berdatangan untuk melayat. Rumah duka dipenuhi pelayat dari keluarga dan para tetangga.

Singkat cerita, seorang pelayat meninggal dunia pada beberapa hari setelahnya, tepatnya pada 22 April. Rumah sakit tempatnya dirawat mengkonfirmasinya positif Covid-19 dan menguburnya sesuai protokol. Dinas Kesehatan menduga ia tertular saat takziah. Sebab, puluhan warga yang berada di rumah duka mengeluhkan gejala sama. "Ada 20 warga mengalami gejala sama. Yakni tidak bisa membaui," katanya.

Selang sehari setelah kematian, pihak puskesmas langsung melacak kontak erat. Hasilnya, 30 orang dites swab PCR. "Dari 30 orang itu, tes swab PCR positif dari 17 orang diantaranya," jelasnya.

Dari 17 orang positif dilakukan tracing lanjutan ke warga yang melakukan kontak erat. Hasilnya, 80 orang dilakukan tes swab PCR, Rabu (28/4). "Dari 80 warga yang kita swab ini, hasilnya keluar Jumat (30/4), ada tambahan 21 warga yang positif," kata dia.

Dengan demikian, tercatat 38 orang positif Covid-19 dari klaster takziah Desa Jetis. Mereka berasal dari dua RT. Hampir semuanya berkondisi baik. Hal tersebut membuat Satgas Pencegahan Covid-19 desa tersebut mengarantina zona merah.

Masa karantina selama 10 hari. Bidan desa dengan perlengkapan APD akan mengecek kondisi warga isolasi mandiri. Selain itu memisahkan mereka yang sehat dari yang terpapar.