Home Milenial Maksimalkan Peran DUDI, Kurikulum SMK Akan Dibuat Fleksibel

Maksimalkan Peran DUDI, Kurikulum SMK Akan Dibuat Fleksibel

Jakarta, Gatra.com - Direktur Jendral Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto memastikan bahwa kurikulum pendidikan vokasi yang saat ini pihaknya tengah godok akan lebih bersifat fleksibel. Artinya, kurikulum vokasi berpotensi akan berbeda-beda tergantung kondisi daerah dan bidang unggulan di masing-masing Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) nantinya.

"Kurikulum SMK yang baru akan kita improve agar lebih fleksibel, lebih agile, dan adaptif. Jadi kita bikin mata pelajaran yang bisa diisi oleh SMK itu sendiri sesuai konteks link and match masing-masing," tutur Wikan saat ditemui di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (3/5).

Menurut mantan Dekan Vokasi UGM tersebut, sudah menjadi keharusan bahwa kurikulum atau mata pelajaran SMK disesuaikan dengan bidang ilmu apa yang menjadi kekuatan di SMK tersebut. Apalagi jika sudah terbangun link and match dengan industri, otomatis materi pelajaran yang akan diberikan tentunya akan mempunyai ciri khas masing-masing.

"Jadi memang harus fleksibel. Masa misalnya, SMK di NTT yang handal dalam bidang peternakan, materi belajarnya harus disamakan dengan SMK di Batam atau Tangerang yang lebih jago soal teknik industri. Kan tidak begitu," beber Wikan.

Dengan tengah diakselerasinya link and match, sudah barang tentu nantinya kurikulum SMK pun akan memiliki kekhasan tersendiri. Karena yang menggodok kurikulum nantinya bukan hanya stakeholder pendidikan saja. Namun, Peran Dunia usaha dan dunia industri (DUDI) juga akan masuk disana dalam bersama menggodong kurikulum atau pembelajaran keahlian apa yang dibutuhkan di industri.

"Makanya Industri diharapkan juga ikut masuk kesitu (Proses perumusan kurikulum). Inilah yang kita harapkan industri mau berperan. Karena ini sudah kita siapkan ruang khusus di kurikulum, agar industri bisa masuk memberikan materi materi apa saja yang dibutuhkan untuk diserap oleh SDM vokasi ini," pungkasnya.

710