Home Teknologi Jaleswari: LIPI Adalah Aset Terbaik Bidang Iptek

Jaleswari: LIPI Adalah Aset Terbaik Bidang Iptek

201

Jakarta, Gatra.com – Deputi V Bidang Polhukam dan HAM Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardhani, menyebut bahwa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah salah satu aset terbaik dalam memajukan pengetahuan dan teknologi.

Dalam pandangan Jaleswari, LIPI sebagai lembaga penelitian terdepan telah berkontribusi nyata dalam perkembangan ilmiah Indonesia di berbagai bidang, yakni pengetahuan kebumian, hayati, teknik, jasa ilmiah serta sosial dan kemanusiaan.

Kredibilitas LIPI di dunia internasional, kata Jaleswari, juga tidak dapat duragukan lagi. Hal ini ditunjukkan dengan keberhasilan LIPI membangun kerja sama dengan lembaga penelitian terdepan di beberapa negara, di antaranya Asian Post, Japan’s Science and Technology Agency, Japan International Cooperation Agency, National Research Foundation of Korea, China Academy of Sciences, dan lain-lain.

“Maka dari itu tidak berlebihan kiranya jika saya menyebut LIPI sebagai salah satu aset terbaik dalam memajukan pengetahuan dan teknologi,’ ujar Jaleswari saat memberikan sambutan dalam webinar peluncuran website dokumentasi Papua dan diskusi "Empat Dekade Kiprah LIPI di Tanah Papua" pada Senin, (3/5).

“LIPI memiliki kekayaan dan modalitas intelektual yang mumpuni. Bukan hanya dalam konteks penyelenggaran kegiatan ilmiah yang valid dan relevan, melainkan juga sumber daya manusia yang kompeten dan kredibel,” tambah Jaleswari.

Ranking LIPI di Webometrics pada tahun 2019, yang merupakan ranking terkini, lembaga penelitian pemerintah Indonesia tersebut menempati urutan pertama di Indonesia, nomor empat di Asia Tenggara, urutan 55 di regional Asia, dan peringkat 449 di kelas dunia.

Dalam upaya meningkatkan peringkat tersebut, Jaleswari merasa bahwa peluncuran website dokumentasi Papua yang digelar pada hari Senin, (5/3), akan membantu meningkatkan pencapaian LIPI pada empat kriteria yang diminta Webometrics, yakni presence, transparency, visibility, dan excellence. “Website ini akan menjadi platform dari 150 kegiatan ilmiah dan hasil kerja 200 peneliti, mungkin termasuk saya, selama 40 tahun di Papua,” tuturnya.

Jaleswari mengatakan bahwa dalam konteks ini, LIPI bisa belajar banyak dari The National Institute of Health atau NIH di Amerika Serikat. Lembaga ini memiliki website yang mendokumentasikan semua capaian dan temuan sejak tahun 1887 dengan baik, di antaranya penggunaan lithium untuk penyakit bipolar dan penemuan vaksin HPV.

Temuan-temuan tersebut dapat diakses dengan mudah oleh semua orang dari seluruh dunia melalui situs terpadu mereka. Hal ini jelas bisa dicontek oleh LIPI. Selain demi optimalisasi pemutusan kebijakan berlandaskan sains, ketersediaan website yang bisa diakses dengan mudah otomatis akan mengerek peringkat LIPI di Webometrics.

“Di abad ke-21 dan era Industri 4.0, saya rasa situs daring dan platform digital adalah wujud terbaik untuk melaksanakan hal tersebut. Oleh karena itu, saya mengapresiasi dan menyambut baik peluncuran website dokumentasi Papua oleh LIPI,” pungkas Jaleswari.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS