Home Kebencanaan Perahu Wisata Menelan Korban, Ini Nasib Waduk Kedung Ombo

Perahu Wisata Menelan Korban, Ini Nasib Waduk Kedung Ombo

Boyolali, Gatra.com – Aparat kepolisian langsung melakukan penutupan obyek wisata Waduk Kedung Ombo, Jawa Tengah. Penutupan dilakukan menyusul adanya musibah perahu wisata terbalik yang menelan korban jiwa.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi langsung memerintahkan kepada pengelola untuk menutup lokasi wisata.

“Pak Kapolda langsung memerintahkan tutup lokasi wisata Kedung Ombo mulai hari ini juga, dikarenakan tidak menerapkan protokol kesehatan dan prosedur keselamatan, serta melanggar kapasistas pengunjung yang ditentukan,” ujarnya, Sabtu (15/5).

Waduk ini merupakan salah satu bendungan terbesar yang pernah dibangun oleh pemerintah. Waduk yang mulai dibangun sekitar tahun 1980 ini, selesai pada tahun 1991.

Lokasi Waduk Kedung Ombo tidak hanya terletak di Kabupaten Grobogan, melainkan menjadi batas wilayah antara Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali. Waduk ini dibangun pada pertemuan Sungai Uter dan Sungai Serang yang terletak persis di Dukuh Kedungombo, Desa Ngrambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Kawasan Waduk Kedung Ombo mempunyai area seluas kurang lebih 6.576 Ha, yang terdiri dari lahan perairan seluas 2.830 Ha dan lahan dataran seluas 3.746 Ha.

Seperti diberitakan, sebuah perahu wisata terbalik di Waduk Kedungombo Kecamatan Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/5). Enam penumpang ditemukan tewas, sementara tiga lainnya masih hilang.

Sejumlah saksi menerangkan, kejadian berawal saat perahu yang dikemudikan Galih mengangkut 20 penumpang. Perahu tersebut sedianya sudah mendekati tujuan, yakni warung apung.

Pada saat kapal sudah ingin mencapai warung apung, banyak penumpang yang melakukan swafoto di depan kapal. Akibatnya, kapal yang ditumpangi menjorok ke depan sehingga air mulai masuk kapal, kemudian kapal terbalik.

Sebanyak 11 penumpang berhasil selamat dalam kejadian tersebut. Sementara 9 lainnya hilang. Dari hasil pencarian aparat gabungan hingga Sabtu petang, enam diantaranya sudah berhasil ditemukan. Dari enam korban yang ditemukan baru satu orang yang telah diketahui identitasnya. Yakni Tituk Mulyani (36) warga Dusun Mendalan, Desa Mojoagung, Kecamatan Karanganyung, Kabupaten Grobogan. Para korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Waras Wiris Simo, Boyolali.

Dari data yang diterima kesembilan orang yang hilang dan tenggelam yaitu, Siti Mukaromah, Wilda, Niken Safitri, Tituk Mulyani, Ana, Zamzam, Jalal, Jalil, dan Desti.

Sedangkan 11 orang korban selamat adalah Alya, Mustakim, Suswanti, Laras, Supriyadi, Andre, Khoirunisia, Rifki Edi, Andi, Adi dan Tinuk.

1053