Home Internasional Jepang Buka Pusat Vaksinasi Massal Sebelum Olimpiade

Jepang Buka Pusat Vaksinasi Massal Sebelum Olimpiade

Tokyo, Gatra.com - Jepang memobilisasi dokter dan perawat militer untuk memberikan suntikan kepada orang tua di Tokyo dan Osaka pada hari Senin, di tengah gencarnya pemerintah berusaha keras untuk mempercepat peluncuran vaksinasi dan mengekang infeksi virus corona sebelum pelaksanaan Olimpiade dua bulan mendatang.

The Associated Press Senin (24/5), melaporkan Perdana Menteri Yoshihide Suga bertekad untuk mengadakan Olimpiade di Tokyo setelah penundaan satu tahun dan telah membuat janji untuk menyelesaikan vaksinasi 36 juta orang lanjut usia di negara itu pada akhir Juli, meski ada keraguan atas kemungkinan itu.

Kekhawatiran tentang keamanan publik masih menghantui --sementara banyak orang Jepang tetap tidak divaksinasi-- telah memicu protes yang meningkat dan seruan untuk membatalkan Olimpiade,  yang akan dimulai pada 23 Juli.

Pemerintah Suga telah berulang kali memperluas wilayah dan durasi keadaan darurat virus sejak akhir April dan telah membuat langkah-langkah memerangi virus lebih ketat. Namun dengan kasus COVID-19 yang masih tinggi, Suga mengatakan vaksin adalah kunci untuk mengendalikan infeksi.

Jepang membuka dua pusat inokulasi massal yang dikelola Pasukan Bela Diri Jepang. Tujuannya untuk menyuntik hingga 10.000 orang per hari di Tokyo dan 5.000 lainnya per hari di Osaka, selama tiga bulan ke depan.

Warga yang diinokulasi di pusat-pusat tersebut sejak hari Senin adalah yang pertama di Jepang menerima dosis dari vaksin Moderna Inc. Salah satu dari dua vaksin yang dikembangkan di luar negeri yang disetujui Jepang pada hari Jumat.

Sebelumnya Jepang hanya menggunakan Pfizer Inc dan hanya sekitar 2 persen dari populasi 126 juta yang telah menerima dua dosis yang dibutuhkan.

Jepang mulai memvaksinasi petugas kesehatan pada pertengahan Februari sambil berpegang pada persyaratan standar pengujian klinis di Jepang - keputusan yang menurut banyak ahli tidak ada artinya secara statistik dan hanya menyebabkan penundaan.

Vaksinasi untuk kelompok berikutnya - lansia, yang lebih mungkin menderita efek COVID-19 yang serius - dimulai pada pertengahan April kendati telah terhambat oleh birokrasi yang kikuk termasuk prosedur reservasi, rencana distribusi yang tidak jelas, dan kekurangan staf medis untuk memberikan suntikan.

Penyelesaian vaksin yang dikembangkan Jepang masih belum pasti, namun pejabat pemerintah Jepang berharap persetujuan Moderna dan AstraZeneca pada hari Jumat akan membantu mempercepat peluncurannya.

Sejauh ini masih belum jelas perkembangan karena sangat kekurangan staf medis yang dapat memberikan suntikan, sementara perawat juga masih sibuk memeriksa pasien COVID-19. 

Sedangkan penyuntikan dari perusahaan AstraZeneca juga mengalami penundaan karena kekhawatiran akan pembekuan darah, di tengah negara yang terkenal dengan kepercayaan rendah terhadap vaksin.

Secara terpisah, sejumlah daerah, termasuk Aichi di Jepang tengah dan Gunma dekat Tokyo dan Miyagi di utara, juga akan membuka pusat vaksinasi besar mereka pada hari Senin.

70

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR