Home Info Kementrian Seorang Psikolog, Umi: Lansia Perlu Perhatian Keluarga

Seorang Psikolog, Umi: Lansia Perlu Perhatian Keluarga

51

Jakarta, Gatra.com – Mendampingi para lanjut usia (lansia) merupakan pilihan dari hati paling dalam. Itulah pilihan hidup dari Umi Mahmudah Nuryani, 46 tahun.

Mendedikasikan ilmu psikologi selama 16 tahun di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia “Budhi Dharma” di Bekasi sebagai pengabdian tanpa batas bagi para lansia.

Peran keluarga harus bisa dan selalu mendampingi serta peduli terhadap para lansia untuk upaya pemenuhan kebutuhan sehari-hari melaluli Family Support.

“Para lansia butuh banyak pelayanan mengingat kemunduran fisik dan psikis yang dialaminya,” ujar Umi ditemui di Balai Budhi Dharma Bekasi, Selasa (25/5/2021).

Selain itu, pihak keluarga harus mengapresiasi lansia, karena mereka memerlukan pengakuan dan aktualisasi diri agar termotivasi dan merasa dirinya berguna.

“Akibat kurangnya apresiasi dari pihak keluarga bagi para lansia tersebut akan berdampak terhadap kesehatan fisik maupun mental mereka,” ungkap Umi.

Umi punya pengalaman merespon kasus seorang lansia usai viral di media sosial (medosos) dengan memberikan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Nenek Muntiah, 80 tahun, seorang warga Desa Pangkatrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, usai viral di medsos dengan kondisi badan sangat kurus.

“Bicara dengan Mbah Muntiah harus lembut, penuh kasih sayang sehingga nyaman dan perlu pendampingan ekstra dari keluarga dan itu sulit dilakukan, ” katanya.

Muntiah hidup sebatang kara karena tak dikarunia anak dan suami telah meninggal. Sesekali dijenguk keponakan dengan ekonomi terbatas membuat kondisi Muntiah semakin memprihatinkan.

“Banyak kasus lansia membutuhkan bantuan karena kurang pengetahuan dari keluarga maupun lingkungan sekitar guna pemenuhan kebutuhan lansia,” katanya.

Bersama rekan-rekan Pekerja Sosial, Umi menangani langsung lansia secara rutin dengan melakukan penjangkauan serta memberikan sosialisasi perawatan lansia.

Ke depan, perhatian keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar terhadap para lansia bisa semakin meningkat, terutama dari sisi kesejahteraan sosial mereka.

“Lansia itu pernah berjasa bagi anak-anaknya. Saya minta perhatian keluarga jadi fokus utama.

Jangan sampai nilai-nilai ketimuran kita yang menghormati orang tua menjadi pudar seiring berjalannya waktu,” pungkas Umi.

 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS