Home Ekonomi Air PDAM Keruh, Bupati Banyumas Blusukan ke Rumah Konsumen

Air PDAM Keruh, Bupati Banyumas Blusukan ke Rumah Konsumen

Cilacap, Gatra.com – Bupati Banyumas Achmad Husein bersama dewan pengawas dan Direktur Teknik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) atau PDAM Tirta Satria Banyumas, mendatangi rumah konsumen PDAM di Perumahan Karen 2 Sokaraja, Senin (31/5). Sebelumnya warga mengeluhkan air Perumdam atau PDAM keruh. Bahkan salah satu warga tersebut mengunggah video keluhan di media sosial tentang keruhnya air minum Perumdam Tirta Satria.

Bupati Banyumas yang langsung menemui warga menjanjikan dalam waktu seminggu untuk akan memperbaiki proses atau oksidasi. “Saya sudah melihat sendiri dan melakukan pengecekan ini memang ada masalah kimia. Jadi kan proses air sumur dalam, ada unsur besi dan mangan,” kata Husein, dalam keterangan tertulis, Senin malam.

Dia menjelaskan, karena di dalamnya ada oksigen maka terjadi proses oksidasi. Akibatnya, muncul semacam lumut dalam jumlah banyak dan bercampur dengan air. “Ini kalau untuk mandi ya risih apalagi untuk konsumsi,” imbuhnya.

Terkait hal ini, ia memerintahkan pihak PDAM untuk segera memperbaiki permasalahan ini. Dia bahkan mengultimatum agar perbaikan diselesaikan dalam waktu sepekan. “Saya minta kepada Perumdam Tirta Satria dalam waktu seminggu untuk memperbaiki proses oksidasi,” tandas Husein.

Sementara, Direktur Teknik Perumdam Tirta Satria Vipi Supriyanto yang didampingi Dewan Pengawas berjanji akan menyelesaikan permasalahan air keruh tersebut dalam waktu seminggu. Menurutnya sumber air minum yang diperuntukan bagi 300 konsumen di Perum Karen Sokaraja, Banyumas berasal dari sumur bor di Desa Sokaraja Kidul. “Kami akan segera memperbaiki kualitas air,” kata Wipi.

Dewan Pengawas Perumdam Tirta Satria, Didi Rudwiyanto menambahkan pihaknya akan segera melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas air yang disalurkan ke konsumen dalam waktu dekat. "Dalam waktu jangka panjang akan segera membuat sumur bor di sekitar Perum Karen dengan memanfaatkan tanah fasiltas umum (Fasum) di sekitar Perum Karen," kata Didi.

1360