Home Info Satgas Covid-19 10 Hari Pascalebaran, Kasus Covid di Banyumas Naik

10 Hari Pascalebaran, Kasus Covid di Banyumas Naik

Purwokerto, Gatra.com - Sepuluh hari pascalebaran kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengalami kenaikan. Bahkan, pada sejak awal bulan Juni hingga saat ini, tercatat warga yang meninggal karena virus ini bertambah sebanyak enam orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, meski terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan, namun kondisi tersebut masih terkendali. Sebab, sebagian besar kasus yang dialami tanpa gejala.

"(Angka) Kematiannya 540 orang. Bulan Juni, tanggal 1 sampai sekarang sampai hari ini enam orang meninggal. Cukup terkendali. Tapi positifnya ada 526 orang. Agak banyak, ada peningkatan," kata dia, usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Pendapa Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (7/6),

Dia mengatakan, rata-rata pasien kasus aktif ini tanpa gejala Covid-19. Dengan demikian, mereka hanya menjalani karantina baik mandiri maupun di tempat yang disediakan pemerintah.

Menurut Sadiyanto, lonjakan Covid-19 di Banyumas terjadi sekitar 10 hari pasca Lebaran 2021. "Yang dirawat di rumah sakit terkendali juga. Di ICU 12 orang, yang dirawat di rumah sakit sekitar 126 orang sampai hari ini. Hanya kasus aktifnya banyak," ujarnya.

Untuk menekan kasus aktif ini, Sadiyanto berharap masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan. Pihaknya terus berupaya mengedukasi warga agar tetap memakai masker, menghindari kerumunan dan menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.

Selain itu, vaksinasi juga akan mengurangi jumlah kasus aktif. Namun, hingga saat ini, baru 10 persen warga Banyumas yang mendapatkan vaksin. "100 ribuan (warga), targetnya masih jauh 1,2 juta orang. Baru 10 persen lah," kata dia.