Home Kesehatan Ganjar Duga Varian India Penyebab Lonjakan Kasus Covid di Jateng

Ganjar Duga Varian India Penyebab Lonjakan Kasus Covid di Jateng

Semarang, Gatra.com- Varian baru Covid-19 jenis B1617.2 atau varian delta disebut juga varian India diduga tidak hanya di Kudus, tapi sudah menyebar ke daerah lain di Jawa Tengah (Jateng). Dugaan ini disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo usai memimpin rapat penanganan Covid-19 secara daring bersama para bupati/wali kota, Senin (14/6). “Varian baru Covid-19 diduga tidak hanya di Kudus, sebab dalam rapat terbukti ada warga Sragen yang positif setelah pulang mengikuti acara kondangan di Kudus,” katanya.

Menurutnya, perkembangan varian baru itu dari satu titik di Kudus dan menyebabkan ke beberapa daerah sekitarnya zona merah. Adannya varian baru Covid-19 ini, lanjut Ganjar diduga juga menjadi penyebab terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah di Jateng dalam sepekan terakhir.

Guna mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19 itu para bupati/wali kota diminta setiap mengambil sampel tes Covid-19 sekaligus mengambil sampel untuk whole genome sequencing (WGS) pada kasus-kasus tertentu. “Saya minta para bupati/wali kota kalau ambil sampel tes Covid-19, tolong ambil juga sampel untuk tes WGS. Ada aturan-aturan yang ditetapkan, maka perintahkan Kadinkes masing-masing merunut cara-cara itu,” ujarnya.

Pengetaesan sampel WGS ini, lanjut Ganjar, maka akan diketahui lebih cepat apabila varian baru memang sudah menyebar di suatu daerah. Kepada masyarakat diminta hati-hati, karena varian baru Covid-19 dari India sudah masuk ke Jateng. “Pencegahannya taati protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan,” katanya.

Menanggapi adanya broadcast yang menyebar di group-group Whatsapp (WA) untuk menghindari masuk ke Jateng, Ganjar mengatakan tidak mengetahui. “Saya saya tidak tahu info itu. Meminta masyarakat jangan panik, tapi harus hati-hati,” ujarnya.

Ganjar menambagkan masyarakat yang belum divaksin Covid-19 berada dalam posisi yang relatif bahaya, karena yang sudah divaksin masih bisa tertular. “Kalau tidak penting, tidak usah ke luar rumah. Bila terpaksa ke luar rumah, maskernya jangan pernah dilepas,” pesannya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, dr. Yulianto Prabowo mengatakan, semua daerah wajib mengambil sampel untuk tes WGS guna mengantisipasi adanya penyebaran varian baru Covid-19 di daerah lain.

Meski begitu, ada sejumlah aturan di mana pemerintah daerah wajib mengambil sampel WGS antara lain, terjadi penularan cepat di suatu wilayah, adanya orang baru mendarat dari negara asing, orang-orang yang tidak rentan mulai terinfeksi dan lainnya. “Selain itu, jika ada orang yang sudah divaksin namun terkonfirmasi Covid-19, penyintas yang kembali tertular serta ada pasien Covid-19 dengan CT value di bawah 25 perlu dilakukan tes WGS,” ujar Yulianto.

1344