Home Kesehatan Covid-19 Melonjak, Pemerintah Minta Masyarakat Tingkatkan Prokes

Covid-19 Melonjak, Pemerintah Minta Masyarakat Tingkatkan Prokes

Jakarta, Gatra.com – Angka kasus positif Covid-19 di Indonesia membeludak pascaliburan Lebaran. Lonjakan kasus ini diduga akibat dari tingginya mobilitas masyarakat pada liburan panjang dan menurunnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Sonny B. Harmadi, mengajak masyarakat untuk kembali meningkatkan disiplin dalam menjalankan Prokes untuk mencegah kian meluasnya penularan SARS CoV-2.

"Kita tahu lonjakan kasus saat ini terjadi karena adanya libur panjang yang diikuti laju perjalanan penduduk yang masif. Ketika mobilitas naik, kepatuhan protokol kesehatannya turun. Inilah pemicu utama meningkatnya," ujar Sonny dalam "Dialog Produktif KPCPEN" pada Kamis (17/6).

Ia mengungkapkan, pemerintah pada Februari lalu telah berhasil menurunkan angka kasus positif Covid-19. Kala itu, kasus aktif turun dari 176.500 lebih menjadi 87.662 karena kepatuhan protokol kesehatan naik dan mobilitas penduduk turun.

Karena menimbulkan lonjakan angka Covid-19, kata Sonny dalam dialog yang disiarkan melalui kanal FMB9ID_IKP, pihaknya mengusulkan agar libur panjang ditiadakan untuk mencegah meningkatnya sebaran kasus.

Selain itu, lanjut Sonny, pihaknya tengah mendorong kepatuhan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya klaster Covid-19 kantor. Ini untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menimbulkan klaster kasus.

"Memakai masker jadi kewajiban. Kemudian ada pembatasan mobilitas dan aktivitas. Karenanya, di zona merah, bekerja di kantor itu dibatasi hanya sampai 25%," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menyampaikan, di wilayahnya telah dibuat sejumlah peraturan untuk menangani pandemi Covid-19. Ada 13 Peraturan Wali Kota, 43 Surat Keputusan, 8 Surat Edaran, dan 4 Instruksi Wali Kota.

"Kita juga membentuk Kampung Siaga berbasis RW yang kita beri stimulus dana 3 juta rupiah supaya mereka bergerak mencegah penularan Covid-19 di hulu," ungkapnya.

Menurut Idris, Pemerintah Kota Depok juga menstimulasi tingkat Kecamatan dan Lurah untuk menangani Covid-19. Selain itu, kerja sama dengan TNI juga efektif dalam menekan mobilitas warga di tingkat kelurahan.

Pendekatan masyarakat dilakukan dengan cara-cara persuasif dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek. "Pembimbing rohani di masa Covid-19 ini kami minta menggerakkan masyarakat dengan cara menyisipkan pesan protokol kesehatan dalam ceramah agama," katanya.

Kendati begitu, Idris mengakui bahwa kesadaran warga Depok masih rendah dan perlu terus diingatkan agar tidak lalai menjalankan protokol kesehatan. "Apalagi RT-RT yang masuk zona hijau karena tidak ada kasus merasa aman," katanya.

137