Home Info Satgas Covid-19 Lonjakan Covid-19 Pasca Lebaran, Cilacap Tambah 2 RS Rujukan Covid-19

Lonjakan Covid-19 Pasca Lebaran, Cilacap Tambah 2 RS Rujukan Covid-19

Cilacap, Gatra.com– Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menambah dua rumah sakit rujukan Covid-19 untuk mengantisipasi meningkatnya kasus Covid-19 usai lebaran. Saat ini laju penambahan kasus harian Covid-19 berada di angka 100 orang lebih per hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi mengatakan dua rumah sakit tersebut yakni, RS Priscilla dan RS Afdila. Sebelumnya, RS Priscilla adalah rumah sakit yang dipersiapkan untuk merawat secara khusus pasien varian India B.1617.2.

Mei lalu, RS Priscilla menjadi tempat perawatan dan isolasi terpusat para nakes yang diduga terpapar varian India. Namun, kemudian puluhan nakes tersebut negatif varian India, melainkan varian lokal atau Alpha. “Rumah sakit darurat tidak. Tapi penambahan kapasitas untuk perawatan kasus Covid-19. Meningkatkan status yang tadinya RS khusus jadi RS rujukan,” ucap dia, Selasa sore (23/6).

Pramesti Griana Dewi menjelaskan, penambahan kasus harian masih tinggi. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro masih belum mampu mengerem penambahan Covid-19 harian Cilacap. Per hari, penambahan kasus Covid-19 masih di atas 100, atau sekitar dua kali lipat dibanding masa sebelum lebaran. “Ya belum (mampu mengerem). Kan pengetatan baru dimulai. Ya belum (terlihat hasilnya). Ini trennya masih naik,” jelasnya.

Pemkab Cilacap juga menambah jumlah ruang perawatan Covid-19 di rumah sakit rujukan. Terkini, Cilacap memiliki 10 rumah sakit rujukan Covid-19. Ditambah dua RS rujukan, maka Cilacap bakal memiliki 12 RS rujukan, baik RS milik pemerintah maupun swasta.

Kata dia, Pemkab Cilacap juga tetap memberlakukan PPKM Mikro hingga tingkat RT dan RW. Pemkab juga masih masih melarang kegiatan yang berpotensi melibatkan orang banyak dan memicu kerumunan, seperti hajatan. Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat mengurangi mobilitas. Pasalnya, salah satu faktor utama lonjakan kasus Covid-19 adalah tingginya mobiltas warga pada lebaran dan pascalebaran. Kondisi ini tak hanya terjadi di Cilacap, melainkan semua daerah. “Ya tetap, pengetatan PPKM Mikro, pengetatan di RT/RW, di daerah masih. (mobilitas) pasti,” ujarnya.

Data Satgas Covid-19 Cilacap, jumlah kasus aktif Cilacap mencapai 1.459 orang atau bertambah 112 dibanding hari sebelumnya. Adapun jumlah total kasus Covid-19 di Cilacap mencapai 14.440, dengan rincian sebanyak 12.430 sembuh dan 551 orang lainnya meninggal dunia.