Home Gaya Hidup Empat Putri Sultan HB X Kini Jabat 'Menko' di Keraton Yogya

Empat Putri Sultan HB X Kini Jabat 'Menko' di Keraton Yogya

Yogyakarta, Gatra.com - Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menetapkan putri ketiganya, GKR Maduretno, sebagai Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Parasraya Budaya atau pejabat tinggi di lembaga pengelola sarana dan tanah kerajaan tersebut.

GKR Maduretno menggantikan mendiang KGPH Hadiwinoto, adik Sultan, yang wafat pada 31 Maret 2021. Sebelumnya GKR Maduretno merupakan Wakil Penghageng di lembaga tersebut. Maduretno diangkat dalam upacara Wisudan Abdi Dalem di keraton, Selasa (22/6).

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GKR Condrokirono, mengatakan bahwa pemilihan penghageng baru tersebut berdasarkan pada Lilah Dalem atau atas perkenan Ngarsa Dalem, panggilan Sultan selaku raja.

“Ngarsa Dalem telah menetapkan GKR Maduretno sebagai Penghageng I KHP Parasraya Budaya,” kata GKR Condrokirono, dalam pernyataan tertulis, Rabu (23/6) malam.

GKR Condrokirono berharap, pengangkatan GKR Maduretno akan semakin mendukung upaya pelestarian dan revitalisasi situs-situs warisan budaya Keraton Yogyakarta. KHP Parasraya Budaya selama ini menangani urusan perlengkapan, bangunan, kendaraan, termasuk tanah milik keraton.

“Tugas yang diemban tidaklah sedikit. Semoga bisa dijalankan sebaik mungkin dan dapat tetap mempertahankan eksistensi Keraton,” ucap GKR Condrokirono.

Dengan pengangkatan ini, empat dari lima putri Sultan kini memimpin empat Kawedanan Hageng, semacam ‘kementerian koordinator’ di Keraton Yogyakarta yang mengkoordinasi kawedanan dan tepas. Kawedanan mempunyai cakupan luas, sedangkan tepas mengurus hal-hal khusus yang lebih teknis.

GKR Condrokirono, putri kedua Sultan, memimpin Kawedanan Hageng Panitrapura, semacam sekretariat negara dalam struktur pemerintahan keraton, sejak 2013.

Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Parwa Budaya, lembaga koordinator bidang-bidang inti kebudayaan keraton, seperti kesenian, masjid, makam, dan situs, dikomandoi GKR Mangkubumi, putri sulung Sultan.

GKR Bendara, putri bungsu Sultan memimpin Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Nitya Budaya, pendukung inti kebudayaan keraton yangmengurusi upacara adat, perpustakaan, sastra, museum, dan pariwisata.

Adapun GKR Hayu, putri keempat Sultan, dipercaya memimpin Tepas Tandha Yekti, yakni semacam biro hubungan masyarakat dan dokumentasi atas berbagai kegiatan keraton.

 

16185