Home Internasional Kecelakaan Pesawat Militer Filipina, 29 Tewas, 50 Dirawat di RS

Kecelakaan Pesawat Militer Filipina, 29 Tewas, 50 Dirawat di RS

Manila, Gatra.com - Sedikitnya 29 orang tewas pada Minggu (4/7), ketika sebuah pesawat Angkatan Udara Filipina yang membawa pasukan, jatuh saat mendarat dan terbakar. Bencana udara militer Filipina, ini yang terburuk selama hampir 30 tahun.

Dikutip AFP Minggu (4/7), dari gambar-gambar di tempat kejadian menunjukkan api dan asap mengepul dari puing-puing yang berserakan di antara pepohonan, saat orang-orang berseragam tempur menyelamatkan diri, sementara asap hitam tebal membubung ke udara dari pohon kelapa.

Pesawat angkut Lockheed C-130 yang membawa pasukan menuju operasi kontra-pemberontakan, itu jatuh dengan 96 penumpang di Patikul di provinsi paling selatan Sulu.

Tentara di kepulauan Filipina sejauh ini telah berperang lama melawan militan Islam dari Abu Sayyaf dan faksi lainnya.

“Dua puluh sembilan jenazah telah diambil dan 50 orang telah dibawa ke rumah sakit, dan masih ada 17 orang belum ditemukan,” kata pihak militer dalam sebuah pernyataan. Ditambahkan masih ada harapan hidup bagi mereka yang selamat.

"Sejumlah tentara terlihat melompat keluar dari pesawat sebelum menyentuh tanah, menyelamatkan diri dari ledakan yang disebabkan oleh kecelakaan itu," kata Satuan Tugas Gabungan Sulu, dalam pernyataannya.

Kepala militer Cirilito Sobejana mengatakan pesawat itu sebelumnya kehilangan keseimbangan ketika hendak lepas landas.

Seorang juru bicara militer, Kolonel Edgard Arevalo, mengatakan tidak ada tanda-tanda pesawat tersebut diserang, namun penyelidikan kecelakaan belum dimulai dan masih difokuskan pada penyelamatan dan perawatan pasukan.

Komando militer mengatakan para prajurit di atas pesawat berpangkat prajurit, dan sedang dikerahkan ke batalyon mereka. Mereka terbang menuju bandara provinsi Jolo dari Laguindingan, sekitar 460 kilometer (290 mil) ke arah timur laut.

“Mereka seharusnya bergabung dengan kami dalam perang melawan terorisme,” kata Komandan William N. Gonzales dari Satuan Tugas Gabungan Sulu.

Pulau Jolo berjarak sekitar 950 kilometer (600 mil) selatan ibu kota, Manila.

Pesawat Lockheed C-130H Hercules, dengan registrasi 5125, baru saja tiba di Filipina.

Sebuah situs web pemerintah mengatakan pada bulan Januari menyebut pesawat itu salah satu dari dua pesawat bantuan dari pemerintah AS. Keteranga ini mengutip juru bicara angkatan udara yang menyebut bahwa pesawat itu akan meningkatkan kemampuan dalam misi pengangkutan udara berat.

Situs web C-130.net menyebut pesawat yang jatuh pertama kali diterbangkan pada tahun 1988. Angkatan bersenjata Filipina memiliki catatan keamanan udara yang tidak begitu bagus. Bulan lalu misalnya sebuah helikopter Black Hawk jatuh selama misi pelatihan, menewaskan enam orang.

Jaringan Keselamatan Penerbangan Filipian mencatat sebelumnya terjadi kecelakaan C-130 Angkatan Udara Filipina pada tahun 1993 menewaskan 30 orang. Sebuah kecelakaan di tahun 2008 varian sipil dari pesawat Lockheed yang diterbangkan Angkatan Udara Filipina, menewaskan 11 orang.

Kecelakaan pesawat terburuk di negara itu adalah Boeing 737 Air Philippines pada tahun 2000, yang menewaskan 131 orang.

101

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR