Home Hukum Ogah Dituduh Pengeroyok dan Ambil Paksa Oksigen, Awang Polisikan Nakes

Ogah Dituduh Pengeroyok dan Ambil Paksa Oksigen, Awang Polisikan Nakes

Bandar Lampung, Gatra.com – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Kedaton yang tengah bertugas terus bergulir.

Sebelumnya Rendy Kurniawan, seorang perawat di Puskesmas Kedaton ramai diberitakan mengalami pengeroyokan oleh tiga orang tak dikenal karena mempertahankan tabung oksigen yang akan dipinjam paksa oleh pelaku.

Seseorang bernama Awang Helmy Christianto (45) yang disebut terlibat dalam dugaan pengeroyokan tersebut, justru melaporkan balik Rendy Kurniawan ke Polresta Bandar Lampung atas dugaan penganiayaan.

Kepada wartawan, Awang membantah tuduhan ingin mengambil paksa oksigen milik Puskes.Ia pun enggan peristiwa Minggu dini hari itu disebut sebagai pengeroyokan. Menurutnya, yang terjadi adalah perkelahian antara dirinya dengan perawat Rendy Kurniawan.

"Malam itu saya dihubungi ibu saya, katanya Ayah saya sedang kritis dirawat di rumah, ia membutuhkan oksigen " tuturnya kepada wartawan di Mapolresta Bandar Lampunh, Senin (5/7).

Awang mengaku sempat keliling Kota Bandar Lampung untuk mencari oksigen namun tidak dapat. Ia lantas mendapat informasi dari petugas ambulans di Tugu Adipura agar datangi ke Puskesmas Kedaton.

"Saya pun langsung ke sana untuk membeli oksigen tersebut, namun Puskes dalam keadaan sepi " kata Awang.

Menurutnya, setelah beberapa kali memencet bel Puskes, saat itu perawat yang menemuinya diduga adalah Rendy Kurniawan. Ia menyebut  Rendy menunjukkan sikap yang tidak ramah dan tidak bersahabat ketika menjawab pertanyaan tentang oksigen.

Dalam keadaan panik, Awang saat itu langsung tersulut emosinya. "Seharusnya petugas pelayanan dapat melayani sepenuha hati " katanya.

Karena adanya ketidakpahaman dalam komunikasi, akhirnya perkelahian antar Awang dengan perawat Rendy tak dapat dihindari.

Awang menampik kedua orang yang bersamanya yang diakuinya sebagai adik dan sopirnya tersebut turut mengeroyok perawat Rendy, justru keduanya yang melerai perkelahian tersebut.

" Saya ditendang duluan, ia [Rendy] memukul saya dua kali dan saya hanya sekali mukul dan langsung dilerai adik saya," sebut Awang.

Sementara itu, terkait menyebut nama Pejabat Dinas Kesehatan Lampung, Awang mengaku tidak mengenalnya, hal tersebut ia lakukan dengan terpaksa dalam keadaan panik agar mendapat pelayanan yang baik dari Puskesmas.

"Jadi tidak ada pengeroyokan, saya juga tidak mengambil paksa oksigen, tidak benar itu," ucapnya membantah.

229