Home Ekonomi Peneliti: 74 Kilometer Masih Terputus di Jalan Trans Papua

Peneliti: 74 Kilometer Masih Terputus di Jalan Trans Papua

Jakarta, Gatra.com - Dilanjutkannya pembangunan Jalan Trans Papua melalui Rencana Pembangunan Proyek Prioritas Strategis 9 ruas jalan (MP-31) untuk meningkatkan konektivitas antara Sorong-Merauke lewat Peraturan Presiden (Perpres) No. 18 Tahun 2020, dilihat WALHI sebagai suatu kebijakan yang akan berdampak pada beberapa konteks di Papua.

"Yang pertama terkait masyarakat adat yang belum memiliki status hukum yang jelas. Kemudian yang kedua, bagaimana hutan tropis yang luas dan keanekaragaman hayati yang masih sangat utuh dan tinggi di Papua," tutur Umi Ma'rufah lewat Zoom dalam Diskusi dan Peluncuran Laporan Studi "Analisis Pengaruh Rencana Pembangunan Major Project Jalan Trans Papua terhadap Aspek Sosial-Ekologis Papua", yang disiarkan langsung via kanal YouTube WALHI Nasional pada Selasa, (6/7).

Umi juga mengatakan bahwa mereka melihat hal ini dalam konteks kebijakan yang lain yakni Papua sendiri dialokasikan 70% daratannya sebagai kawasan lindung melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 26 Tahun 2008 dan PP No. 13 Tahun 2017.

Adapun menurut studi literatur, pembangunan jalan itu berpengaruh negatif terhadap lingkungan. Pembangunan jalan juga dapat mempengaruhi penghidupan dan kehidupan masyarakat adat serta berpotensi membuka bisnis berbasis lahan.

Sementara itu, Umi menjelaskan ruang lingkup studinya dalam konteks sosial-ekologis. Di antaranya yaitu terdapat hutan dan ekosistem yang meliputi kawasan hutan dan tutupan hutan, keanekaragaman hayati serta kawasan ekologi gambut dan karst. Kemudian pada aspek masyarakat adat, di dalamnya ada penghidupan, akses layanan kesehatan dan pendidikan serta dikhususkan bagi perempuan adat. Selain itu, terdapat investasi berbasis lahan yang berkorelasi dengan penghidupan masyarakat adat dan keberlangsungan ekosistem di Papua.

Ia pun membeberkan kondisi konektivitas ruas Jalan Trans Papua MP-31. Di mana, jalan ini sendiri terdiri dari 9 ruas yang tersebar di Papua Barat dan di Papua. Di Papua Barat itu ada 4 ruas, yaitu Ruas Fakfak-Windesi, Ruas SP3 Moyana-Tiwara-Bofuwer, Ruas SP3 Moyana-Wanoma dan Ruas Wanggar-Kwatisore-Kampung Muri. Ruas-ruas tersebut berada di perbatasan antara Papua dan Papua Barat. Sedangkan 5 ruas lainnya berada di Papua yaitu Waghete-Timika, Enarotali-Ilaga-Mulia-Wamena, Wamena-Habema-Mumugu dan Oksibil-Seredala serta Wamena-Elelim-Jayapura. Rata-rata lima ruas di Papua ini terletak di Pegunungan Tengah.

"Nah adapun dari total yang ada di MP-31 yaitu sekitar 2.300 kilometer, 74 kilometer di antaranya masih terputus. Artinya dalam trase yang ditemukan melalui citra satelit itu masih berupa tutupan hutan sebanyak 74 kilometer," ungkap Umi.

230