Home Kesehatan Enam Warga Ditemukan Meninggal Dunia saat Isolasi Mandiri

Enam Warga Ditemukan Meninggal Dunia saat Isolasi Mandiri

Slawi, Gatra.com - Kematian pasien positif Covid-19 yang sedang isolasi mandiri di rumah terus terjadi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kurang dari sepekan, ada enam pasien dilaporkan meninggal dunia.

"Sejak awal Juli sudah ada enam pasien Covid-19 yang meninggal saat sedang isolasi mandiri di rumah, termasuk hari ini ada dua yang meninggal," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah Adi Muraeny, Rabu (7/7).

Dari laporan yang diterima Sarmanah, pasien yang meninggal tersebut merupakan warga di Kecamatan Slawi, Talang dan Dukuhwaru. 

"Mereka meninggal di rumah saat isoman kemudian dilaporkan karena pemakamannya harus pakai protokol Covid-19," ujarnya.

Sarmanah menduga pasien yang meninggal awalnya bergejala ringan. Namun tiba-tiba kondisinya menurun dan mengalami gejala berat.

Dia juga menduga penyebab meninggalnya pasien karena terinfeksi varian baru Covid-19 atau varian delta yang lebih ganas.

“Sekarang ini banyak pasien Covid-19 yang tadinya bergejala ringan, tiba-tiba drop dan gejalanya menjadi berat, terlebih pada mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiadji mengatakan, penyebab lain terjadinya kematian pasien Covid-19 di rumah bisa juga karena keeengganan dari pasien maupun keluarga pasien untuk dirawat di rumah sakit, termasuk melaporkan kondisi pasien ke puskesmas atau Satgas Jogo Tonggo.

“Ketika sedang menjalani isolasi mandiri tentunya harus ada komunikasi yang baik dan dukungan dari Satgas Desa setempat. Satgas Desa juga harus aktif menanyakan perkembangan warganya yang sedang isolasi mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah akan memaksimalkan fungsi dan peran Satgas Jogo Tonggo Covid-19 untuk memantau kondisi warga yang sedang isolasi mandiri sehingga kematian pasien Covid-19 di rumah bisa dicegah.

"Satgas Jogo Tonggo harus dimaksimalkan untuk memantau kondisi pasien isoman, salah satunya dengan rutin memeriksa saturasi oksigennya," ujar Umi.

Umi mengatakan, pemeriksaan saturasi oksigen untuk mengetahui kadar oksigen dalam aliran darah. Dari pengecekan itu, maka bisa diketahui kondisi pasien dan penanganan yang perlu dilakukan.

“Jika angkanya masih di atas 95, maka isolasi mandiri bisa terus dilanjutkan di rumah. Tapi jika sudah di bawah 95, maka harus segera dirujuk ke rumah sakit atau layanan fasilitas kesehatan terdekat,” tuturnya.

1293

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR