Home Kesehatan Konsultasi Masalah Kesehatan Anak Via Layanan Telemedicine

Konsultasi Masalah Kesehatan Anak Via Layanan Telemedicine

Jakarta, Gatra.com – Pemerintah telah menggandeng 11 platform telemedicine, salah satunya KlikDokter untuk memberikan layanan konsultasi kesehatan virtual bagi pasien Covid-19 bergejala ringan yang tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Direktur Utama (Dirut) KlikDokter, Dino Bramantyo, di Jakarta pekan ini, menyampaikan, pihaknya juga berkolaborasi dengan Lifebuoy untuk memberikan layanan konsultasi daring seputar kesehatan anak.

"Berkolaborasi untuk memberikan layanan yang dapat diakses secara mudah, secara luas kapan saja, di mana saja, untuk penduduk, keluarga di Indonesia," katanya.

Dino menjelaskan, layanan telemedicine ini untuk membantu masyarakat menemukan soluasi atas masalah yang dihadapi seputar kesehatan anak, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Terlebih, fasilitas kesehatan rata-rata kewalahan dan konsentrasi menangani pasien Covid-19.

"Pandem ini juga membuat semakin galau ya ibu-ibu, terutama keluarga untuk keluar rumah dan lain-lain karena takut terinfeksi," ujarnya.

Pihaknya memberikan layanan kosultasi daring selama 24 jam melalui program Lifebuoy Dokter Keluarga yang menghadirkan dokter spesialis anak dan umum tanpa dipungut bayaran alias gratis.

"Pilih dokternya, kemudian tinggal konsultasi dengan dokter 24 jam, kapanpun itu ya, di mana pun," ujarnya.

Head of Skin Cleansing and Baby PT Unilever Indonesia Tbk, Maulani Affandi, menyampaikan, layanan ini merupakan upaya untuk mendukung pemerintah dan masyarakat di bidang kesehatan.

"Adanya berbagai varian baru Covid-19 yang juga menyerang anak-anak, menyebabkan adanya peningkatan tajam penularan bahkan kematian pada anak-anak," katanya.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan segala upaya dalam memberikan akses kesehatan kepada masyarakat, namun pihaknya melihat masih sangat terbatas akses pelayanan kesehatan, khusus untuk anak-anak di saat pandemi ini.

"Para orang tua yang merasa takut, bingung yang anaknya sakit, mau dibawa ke RS susah, takut terpapar oleh virus. Kami ingin membantu memberikan pelayanan melalui akses yang lebih cepat dan mudah secara online dan bisa diakses kapan pun dan di manapun, sehingga anak-anak bisa terhindar dari risiko terpapar virus," katanya.

Layanan Dokter Keluarga ini sangat spesial, karena memberikan jasa konsultasi daring secara gratis selama 24 jam. Dokternya terdiri dari dokter spesialis anak dan umum. Untuk konsultasi dengan dokter spesialis anak yakni mulai pukul 14.00 hingga pukul 20.00.

"Dilanjutkan oleh dokter umum dari jam 8 malam hingga jam 2 hari berikutnya. Jadi kita benar-benar memberikan akses 24 jam dalam seminggu," ujarnya.

Ia mengharapkan layanan ini bisa menjangkau 3 juta keluarga di Tanah Air. Para orang tua yang anaknya sakit, bisa menggunakan aplikasi layanan telemedicine KlikDokter untuk mendapatkan informasi atau langkah-langkah yang harus dilakukan.

"Dokter keluarga akan hadir dan siap membantu dengan layanan telemedicine ini. Kami percaya ini akan mendukung dan melengkapi apa yang sudah dicanangkan oleh pemerintah untuk membuat masyarakat kita lebih sehat," kata perempuan yang akrab disapa Leni tersebut.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSU Hermina Jatinegara, dr. Kanya Ayu Paramastri, menyampaikan, layanan konsultasi kesehatan dan telemedicine khusus seputar masalah anak ini sangat bagus untuk melayani masyarakat di saat pandemi Covid-19.

Ia mengungkapkan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat, termasuk menimpa anak-anak. "Data dari IDAI yang kita dapat itu awal Juli kemarin, itu sudah diisi oleh 1 dari 8 kasus positif, satunya itu adalah anak-anak," katanya.

Sesuai data tersebut, angka anak-anak yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia cukup tinggi dengan angka kematian 3-5%. "Kita ini termasuk angka yang paling tinggi di dunia," ujarnya.

Kasus Covid-19 terus menanjak, namun rasio jumlah dokter atau tenaga kesehatan Indonesia tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Bahkan, rasio jumlah tenaga kesehatan dengan jumlah masyarakat yang positif Covid-19 pun masih jomplang.

"Masih masih relatif lebih rendah. Jadi jumlah tenaga kesehatan yang harus melayani atau memberikan pelayanan kepada pasien yang terinfeksi Covid, itu angkanya sangat jauh sekali. Angkanya masih relatif rendah," ujarnya.

Ketidakseimbangan tersebut, lanjut Kanya, rumah sakit pun kewalahan menangani pasien Covid-19. Orang tua yang anaknya sakit non-Covid-19 pun bingung karena dihadapkan pada pilihan risiko. Ini membuat orang tua takut jika anaknya jatuh sakit.

"Itu seringkali membuat galau orang tua. 'Aduh kalau anakku sakit tiba-tiba demam tinggi, tiba-tiba kejang harus bagaimana nih. Mereka mau ke rumah sakit bawa ke emergency room juga bingung, galau karena IGD juga pasti penuh, penuh baik oleh pasien yang Covid atau pun non-Covid," ujanya.

Kondisi tersebut menjadi dilema. Sementara itu, anak memerlukan penanganan. Membawa anak ke fasilitas kesehatan juga takut, karena jangan-jangan yang tadinya bukan sakit Covid-19, malah terifeksi virus tersebut.

Melalui layanan telemedicine, ujar Kanya, orang tua bisa mendapat penjelasan seputar penyakit yang diderita anak dan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan, termasuk pemberian obat yang tepat.

Selebritas Titi Kamal mengatakan, sangat terbantu dengan adanya telemedicine ini. Ia mengaku ingin mendapatkan edukasi dan akses daring untuk bertanya kapanpun mengenai kondisi kesehatan anak-anak kepada dokter spesialis anak maupun dokter umum.

"Jadi ini benar-benar solusi yang kita tunggu-tunggu sebagai orang tua," ungkap perempuan yang kerap disapa Tikam itu.

208