Home Kesehatan Usai PPKM Darurat, Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Diklaim Turun

Usai PPKM Darurat, Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Diklaim Turun

Slawi, Gatra.com – Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan bahwa jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menurun setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

"Penurunan kasus penularan Covid-19 secara nasional juga dialami Kabupaten Tegal. Penurunan tersebut baru terjadi setelah dua minggu [pekan] PPKM Darurat diberlakukan," kata Umi dalam keterangan tertulis, Rabu (21/7).

Umi mengatakan, selama 14 hari pelaksanaan PPKM Darurat, jumlah kasus Covid-19 bertambah rata-rata 109 orang per hari. Memasuki hari ke-15 hingga ke-18 atau Selasa (20/7), rata-rata penambahannya turun menjadi 65 kasus per hari.

“Di hari ke-15 ada penurunan jumlah pasien Covid-19 menjadi 71 kasus. Hari ke-16 ada 64 kasus, hari ke-17 ada 72 kasus, dan hari ke-18 atau Selasa (20/7) kemarin 56 kasus,” ungkapnya.

Menurut Umi, penurunan kasus Covid-19 tersebut merupakan wujud partisipasi dan komitmen seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah dalam mendukung upaya menekan laju penularan virus yang sudah merenggut 624 nyawa penduduk Kabupaten Tegal selama pandemi.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan juga pelaku usaha di Kabupaten Tegal yang sudah berkorban, berjuang melawan pandemi ini dengan mematuhi protokol kesehatan dan ketentuan PPKM Darurat. Menahan diri tidak berpergian ke luar rumah, beribadah dari rumah, bersekolah dari rumah hingga bekerja dari rumah,” ujarnya.

Setelah PPKM Darurat resmi diperpanjang dengan penamaan berganti menjadi PPKM Level-3, Umi meminta masyarakat bisa sedikit bersabar selama masa perpanjangan itu. Hal ini agar jumlah kasus tidak kembali meningkat sehingga kebijakan pelonggaran sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum bisa dilakukan.

"Jangan sampai hasil evaluasi di tanggal 26 Juli 2021 nanti Kabupaten Tegal yang berada di level tiga penularan justru kasusnya meningkat atau bahkan turun ke level empat," ucapnya.

Umi juga mengimbau agar kewaspadaan masyarakat lebih ditingkatkan seiring merebaknya varian delta yang dapat meningkatkan risiko gejala sakit dan kematian pada pasien Covid-19.

“Varian baru Covid-19 dari India ini harus diwaspadai karena risiko sakit dan kematiannya lebih tinggi dari varian aslinya yang dari Wuhan, Cina. Gejalanya dari yang ringan ke berat itu cepat sekali, sehingga jika tidak segera dilakukan pertolongan berisiko menyebabkan kematian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiaji, saat ditanya jumlah testing yang dilakukan selama PPKM Darurat, menyebut langkah itu masih terus dilakukan. "Tes kejar target terus," katanya saat dihubungi pada Rabu (21/7).

Meski demikian, Hendadi tak mengungkapkan jumlah tes yang dilakukan tersebut saat ditanya lebih lanjut, termasuk angka positivity rate-nya.

1347