Home Hukum Antre Bansos Ribuan Warga Berjubel, Penyaluran Dihentikan

Antre Bansos Ribuan Warga Berjubel, Penyaluran Dihentikan

Batang, Gatra.com- Penyaluran bantuan sosial covid-19 yang dibagikan di kantor Pos Gringsing Kabupaten Kendal Jawa Tengah terpaksa dihentikan Satgas Covid-19. Langkah tersebut dilakukan karena, dalam pengambilan bansos ribuan warga berjubel tanpa memperdulikan protokol kesehatan.

Kejadian berdesak-desakan dan tak ada lagi jaga jarak terjadi di halaman kantor Pos Gringsing. Mereka bersedak-desakan lantaran terbatasnya tempat duduk dan berteduh dari sengatan panas matahari, karena di halaman kantor Pos hanya tersedia satu tenda, sehingga banyak warga yang berupaya berteduh hingga menyebabkan mereka berjubel.

Satgas covid-19 Kecamatan Gringsing yang mendengar hal itu lantas mendatangi lokasi dan menghentikan proses penyaluran bansos dari pemerintah sebesar Rp300 ribu. "Ini akibat minimnya petugas penyalur bansos, sehingga warga berjubel. Tak menghiraukan protokol kesehatan. Kita hentikan," kata Camat Gringsing, Wawan Nurdiansyah, Minggu (25/7).

Dikatakan, langkah tegas menghentikan proses penyaluran bantuan dilakukan untuk menertibkan warga agar patuh pada protokol kesehatan. "Tadi setelah kita tiba di sini (kantor Pos), kita melihat langsung ternyata ada yang kurang balance (seimbang) antara petugas yang melayani warga dan jumlah warga yang datang," ujarnya.

Dia menjelaskan, pada proses penyaluran bansos hanya terdapat satu petugas yang melayani ribuan warga yang berasal dari lima desa dari Kecamatan Gringsing. Minimnya petugas yang berjaga menyebabkan antrian pengambilan bansos menjadi berjubel. "Kita langsung urai antrian itu agar tidak berjubel. Warga kita minta menunggu antrian di luar halaman dan gerbang hanya dibuka sebagian dengan dijaga aparat dari desa," terangnya.

Melihat kondisi petugas yang minim saat melayani warga penerima bansos, Wawan juga langsung menelepon Kepala Kantor Pos Batang untuk menambah petugas di kantor Pos Gringsing sehingga warga bisa cepat terlayani dan tidak menimbulkan kerumunan di tengah pandemi covid-19. "Saya juga meminta kepada warga penerima bansos agar selalu patuh dengan protokol kesehatan. Karena dengan patuh protokol kesehatan dapat memutus mata rantai penyebaran virus covid-19," tandasnya.

Sementara itu, Dikin 43 tahun, salah seorang penerima bansos mengaku terpaksa berkerumun karena dirinya tidak kebagian tempat duduk. "Enggak dapat tempat duduk mas. Dan ini sekalian berteduh karena panas," kata Dikin.

 

1153