Home Kebencanaan Ayah Ibunya Meninggal Covid, Ghifari Hidup Sebatang Kara

Ayah Ibunya Meninggal Covid, Ghifari Hidup Sebatang Kara

Sukoharjo, Gatra.com - Ashar Al Ghifari Putra Setiawan warga Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, hidup sebatang kara setelah kedua orang tuanya meninggal karena Covid-19. Kini bocah berusia 8 tahun tersebut tinggal bersama nenek dan pamannya.

Ayahanda Ghifari bernama Deni Budi Setyawan (43), dan ibunya Haryati (37). Selain kedua orang tuanya, kakek Ghifari juga meninggal dunia karena positif Covid-19, yakni Sutrisno (70). 

Bude dari Ghifari yang tak lain adalah kakak dari ayah Ghifari, Eni Sulistiyowati mengatakan, kedua orang tua Ghifari meninggal hanya berselang dua hari. Sedangkan kakeknya meninggal di hari yang sama dengan ayahnya.

Kisah memilukan tiga orang meninggal dunia dalam satu keluarga ini berawal saat Haryati mengaku tidak enak badan. Haryati mengira, kondisi itu hanya masuk angin biasa. "Saya tanya keadaannya gimana, katanya sudah baik, tidak sesek juga, tapi semakin kesini kondisi ngedrop. Lalu dibawa ke PKU Muhammadiyah Sukoharjo, namun disana tidak ada oksigen jadi saya bawa ke RSUD Ir Soekarno," katanya, Selasa (27/7). 

Namun saat dibawa ke RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, saturasi oksigen dalam darah Haryati hanya 44. Sehingga disarankan ke rumah sakit yang berada di wilayah Surakarta.  Hingga akhirnya Haryati dirawat di RSUD Dr Moewardi Surakarta setelah dinyatakan terkonfirmasi positif virus Corona.

Haryati kemudian menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan virus corona pada Rabu (21/7) lalu. Setelah Haryati meninggal dunia, kakek Ghifari bernama Sutrisno, juga terkonfirmasi positif virus Corona dan dirujuk ke RSUD Ir Soekarno Sukoharjo. Selang dua hari dirawat, tepatnya Jum'at (23/7), Sutrisno meninggal dunia.

Mirisnya, di hari yang sama, ayah Ghifari juga mengalami gejala batuk, demam dan sesak napas. Namun sayangnya saat dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, Deni dikembalikan ke rumah karena kondisi rumah sakit, full pasien. 

Padahal saat itu, kondisi Deni mengalami penurunan saturasi oksigen dalam darah sudah diangka 72. Saat dibawa ke rumah, ayah Ghifari meninggal dunia selang beberapa jam setelah kakek Ghifari.

Selama ini, ayah dan ibu Ghifari tinggal bersama dengan kakek dan neneknya Nurmiyati (64) serta pamannya Toni Budi Utomo (30) dalam satu rumah. Sehingga setelah kepergian tiga anggota keluarga itu, Ghifari hanya tinggal bersama nenek dan pamannya.

Ghifari merupakan anak tunggal dari Deni dan Haryati. Sebelum meninggal, kedua orangtuanya setiap harinya menerima pesanan makanan. Saat ini Ghifari duduk di bangku kelas ll MIN Sukoharjo.

1184