Home Hukum Ayah Rafael Malalangi Minta Maaf atas Video Komplain

Ayah Rafael Malalangi Minta Maaf atas Video Komplain

Jakarta, Gatra.com- Ayah dari Rafael Malalangi, Kenly Malalangi meminta maaf atas video komplain yang beredar di media sosial mengenai tidak lulusnya sang anak sebagai siswa Bintara Polri. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan oleh Polda Sulawesi Selatan pada Jumat (30/07), sebagaimana yang disebutkan Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Jules Abraham Abast. "Kita buat Konferensi Pers tadi siang," ucap Jules melalui pesan singkat pada Jumat (30/07).

Mengutip keterangan tertulis dari Polda Sulawesi Utara pada Jumat (30/07), Kenly Malalangi meminta maaf atas video komplain dalam konferensi pers tersebut. "Saya dan keluarga meminta maaf kepada Bapak Kapolri, Bapak Kapolda Sulut dan seluruh jajaran kepolisian atas beredarnya video tersebut,"ujar Kenly mengutip keterangan tertulis Polda Sulawesi Utara pada Jumat (30/07).

Jules menjelaskan bahwa surat yang diterima keluarga Kenly mengenai tidak lulusnya Rafael tidak benar. Ia mengaku tidak mengirimkan surat. "Tidak benar kalau viral itu menyatakan bahwa baru mengetahui pada hari Kamis kemarin tanggal 29 Juli dan ada surat dari kita. Sebenarnya kita tidak memberikan surat Ini sudah diakui dan tadi ada permohonan maaf," ucap Jules melalui sambungan telepon pada Jumat (30/07).

Dalam video komplain yang diunggah YouTube Olganicaci pada Jumat (30/07) , Kenly menyebutkan bahwa hari Kamis (29/07), pihak keluarga menerima surat tentang tidak lulusnya Rafael. "Tapi hari ini, tanggal 29 Juli 2021, kami menerima surat bahwa anak kami dinyatakan tidak lulus," ucap Kenly dalam video tersebut.

Menurut Jules, Rafael dan orang tuanya sudah diundang ke Polda Sulawesi Utara untuk diadakan koreksi pada Jumat (23/07). Dalam kesempatan yang juga dihadiri Franco, disampaikan nilai terakhir dari tes Samapta.

Jules menjelaskan, Rafael sebelumnya tidak terpilih sebagai calon siswa pendidikan Bintara karena terdapat pergeseran peringkat di Panitia Pembantu Penerimaan (Pabanrim) Polres Minahasa Selatan. Pergeseran peringkat tersebut disebabkan oleh perubahan nilai dari salah satu peserta lain bernama Franco Efraim Kowal yang sebelumnya mengalami kesalahan dalam pencantuman nilainya.

Saat ini, Rafael dinyatakan terpilih sebagai Siswa Bintara gelombang 1 di tahun 2022 mendatang setelah diberi kuota tambahan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Hal ini didasari komplain yang ada sehingga Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Nana Sudjana memberikan usulan kepada Kapolri untuk menambah kuota 1 orang atas nama Rafael Malalangi.  "Kebijakan ini sudah disampaikan langsung dari Kapolri kepada Bapak Kapolda," ucap Jules melalui sambungan telepon pada Jumat (30/07).

546