Home Politik Ganjar Dukung Ali Sastroamidjojo Jadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya

Ganjar Dukung Ali Sastroamidjojo Jadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya

Semarang, Gatra.com- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mendukung usulan gelar Pahlawan Nasional untuk Ali Sastroamidjojo, tokoh kelahiran Magelang, Jateng. Dukungan ini disampaikan Ganjar saat mengikuti seminar nasional melalui daring “Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Ali Sastroamidjojo,” di Kantor Gubernur Semarang, Jum'at (30/7).

Ali Sastroamidjojo kelahiran 21 Mei 1903 merupakan tokoh politik, pemerintahan, dan nasionalis. Pernah menjadi Perdana Menteri Indonesia dua periode.

Menurut Ganjar, pernah didatangi cucu Ali Sastroamidjojo yang menyampaikan niat keluarga soal pengusulan gelar pahlawan nasional “Saya kira kalau lihat dari catatannya Ali Sastroamidjojo sudah lengkap. Pertanyaannya gampang saja, kalau orang Jawa kayak saya, di kampung melihatnya pakai perasaan saja sudah cukup,” katanya.

Perasaan yang dimaksudnya adalah ketokohan Ali Sastroamidjojo dalam pemerintahan Indonesia di masa Presiden Soekarno. Sepak terjang Ali membawa nama Indonesia di kancah internasional, seperti Konferensi Meja Bundar, Konferensi Asia Afrika adalah sedikit dari bukti yang pantas jadi Pahlawan Nasional. “Beliau adalah putra terbaik yang sangat-sangat sedikit yang mendedikasikan dirinya untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Ganjar menambahkan akan mencoba bantu komunikasi dengan pejabat terkait di pusat, agar pada peringatan HUT Kemerdekaan RI pada Agustus mendatang, Amir bisa mendapat gelar Pahlawan Nasional. “Momennya bertepatan mendekati bulan Agustus, peringatan kemerdekaan Indonesia. Kami berharap, seluruh persyaratan segera terpenuhi dan bisa diberikan gelar Pahlawan Nasional,” katanya.

Seperti diketahui Ali Sastroamidjojo yang meninggal dunia di Jakarta pada tahun 1976 adalah Perdana Menteri Indonesia ke-8 yang sempat dua kali menjabat pada periode 1953-1955 dan 1956-1957.

Selain itu menjabat sebagai Wakil Menteri Penerangan pada Kabinet Presidensial I, Menteri Pengajaran pada Kabinet Amir Sjarifuddin I, Amir Sjarifuddin II, serta Hatta I, dan Wakil Ketua MPRS pada Kabinet Kerja III, Kerja IV, Dwikora I, dan Dwikora II.

Semasa bersekolah, aktif dalam organisasi pemuda, seperti organisasi Jong Java (1918-1922) dan Perhimpunan Indonesia (1923-1928). Karena aktivitasnya, Ali pernah ditahan pada tahun 1927 oleh Polisi Belanda bersama-sama dengan Mohammad Hatta.

1074