Home Ekonomi BI Dorong Pelaku Usaha Bertransaksi dengan Mata Uang Lokal

BI Dorong Pelaku Usaha Bertransaksi dengan Mata Uang Lokal

110

Jakarta, Gatra.com - Bank Indonesia (BI) terus mendorong penguatan transaksi dengan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) dalam perdagangan dan investasi. Saat ini BI telah menjalin kerja sama LCS dengan negara Jepang, Malaysia, dan Thailand. Sementara proses finalisasi perjanjian LCS dengan China masih berlangsung.

Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia (BI) Doddy Zulverdi mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah hal yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha dari Local Currency Settlement (LCS).

"Mata uang lokal tergantung dengan kita bekerja sama dengan negara mana (rupiah, ringgit, dan yen) dapat digunakan untuk transaksi perdagangan termasuk investasi dan transfer tanpa dikonversi dulu ke dolar AS jadi lebih murah," katanya, Jumat (6/8).

Doddy menjelaskan bahwa melalui LCS ini biaya konversi rupiah ke dalam mata uang lokal dapat lebih efisien. Pasalnya, transaksi memakai kuotasi harga secara langsung dan turut ditransaksikan secara langsung antara rupiah dengan mata uang negara mitra LCS tanpa harus cross rate ke dalam dolar AS.

Kemudian, tambah Donny, para pelaku usaha juga dapat memanfaatkan alternatif pembiayaan ekspor atau direct investment dalam mata uang lokal. Di dalamnya pun telah disertai instrumen hedging atau lindung nilai dalam mata uang lokal.

Selain itu, para pelaku usaha dapat melakukan diversifikasi eskposur mata uang yang dipakai dalam pembayaran transaksi. Mereka turut dapat menambah alternatif instrumen investasi selain dolar AS.

Meski menawarkan sejumlah manfaat, Doddy Zulverdi mengaku bahwa untuk saat ini BI masih perlu menarik minat para pelaku usaha untuk menggunakan LCS mengingat masih banyak para pengusaha yang melakukan impor bahan baku menggunakan mata uang dolar AS.

“Ini memang salah satu tantangan yang kami hadapi. Tidak mudah, tetapi kami pelan-pelan mendorongnya, diberi pengertian, dikembangkan fasilitas, sehingga ekosistem akan berkembang perlahan,” jelasnya.

Donny menuturkan bahwa BI terus berkomitmen untuk menerapkan kerja sama LCS guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Donny menerangkan bahwa setidaknya terdapat tiga hal yang dilakukan oleh BI untuk mengajak para pelaku usaha untuk menggunakan LCS.

Adapun langkah yang tengah dilakukan BI adalah mendorong ekosistem untuk berkembangnya para pelaku usaha yang memanfaatkan LCS dengan membuat framework yang jelas agar dapat diimplementasikan.

Berikutnya, BI mendorong para pelaku usaha untuk melakukan adaptasi dengan sistem LCS. Terakhir, BI akan memberikan insentif seperti fleksibilitas dan kemudahan serta regulatory framework yang jelas.
 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS