Home Gaya Hidup Penutupan Jalur di Puncak Lawu pada Malam Keramat 1 Sura

Penutupan Jalur di Puncak Lawu pada Malam Keramat 1 Sura

Karanganyar, Gatra.com - Jalur pendakian Gunung Lawu ditutup untuk semua keperluan, termasuk ritual malam keramat 1 sura. Mereka yang terlanjut mendaki ke puncak Lawu terpaksa tertahan di pintu masuk pendakian di Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Jateng.

Ketua Anak Gunung Lawu (AGL) Rusdiyanto mengatakan jalur pendakian Gunung Lawu sudah lama ditutup sejak awal pandemi Covid-19. Sempat beberapa kali dibuka, namun kembali ditutup guna menyesuaikan aturan pemerintah pusat perihal pembatasan kegiatan dalam rangka pencegahan Covid-19.   

“Jalur pendakian ditutup. Jadi tidak ada yang naik lagi. Saat ini (momen tirakatan 1 sura) pun demikian,” katanya kepada Gatra.com, Senin (9/8).

Ia mengakui ada beberapa warga yang berniat naik gunung lawu terpaksa tertahan di pintu masuk jalur pendakian Cemoro Kandang. Petugas sudah memasang tanda larangan mendaki gunung. Ia memastikan petugas di posko tidak akan mengizinkan mereka naik meski dengan urgensi apapun.

Berdasarkan catatan Gatra.com, pendakian Gunung Lawu di momentum malam 1 sura selalu ramai. Bagi pelaku ritual, mereka melakukan tirakat berdoa di tempat-tempat dianggap keramat seperti beberapa lokasi di puncak Lawu. Selain naik dari Cemoro Kandang, jalur legal lain yang biasanya dilalui adalah di Cemoro Sewu Magetan Jatim. Masih banyak lagi jalurnya namun bukan resmi.

Rusdiyanto meyakini para pendaki sudah tahu alasan penutupan jalur pendakian. Sehingga, petugas di posko tidak perlu menjelaskan alasannya ke mereka.

“Tidak hanya di Gunung Lawu saja yang ditutup jalur pendakiannya. Jalur pendakian di gunung lain pun sama,” katanya.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono menyarankan masyarakat tetap di rumah saja dalam merayakan malam tahun baru hijriyah 1 Muharam 1443 H atau disebut malam 1 Sura dalam kalender Jawa. Menjalani keprihatinan di rumah dinilai lebih baik daripada membuat kerumunan di masa pandemi Covid-19.

#Biasanya pada malam 1 Sura, banyak warga naik ke Gunung Lawu. Mereka tirakatan. Atau ke tempat-tempat religi lainnya. Namun untuk tahun ini kami mengimbau lebih baik tirakatan di rumah saja,# katanya.

Ia memastikan seluruh tempat religi dan wisata di Karanganyar masih ditutup. 

1969