Home Hukum Ini Alasan Polri Harun Masiku Tak Masuk Situs Interpol

Ini Alasan Polri Harun Masiku Tak Masuk Situs Interpol

Jakarta, Gatra.com - Polri mengungkap alasan wajah dan identitas tersangka kasus dugaan suap Pergantian Antar-Waktu (PAW) DPR, Harun Masiku, tak masuk dalam situs Interpol. Pertama, karena ingin buronan itu cepat ditangkap. Kedua, untuk menjaga kerahasiaan.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divisi Hubinter Polri, Brigjen Pol Amur Chandra mengatakan, pihaknya tak ingin markas Interpol di Lyon, Perancis mempertanyakan anggota PDIP itu. Ia memprediksikan akan ada pertanyaan apakah politikus yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) itu beperkara besar dan butuh penanganan segera. Ia khawatir alur birokrasi menjadi runyam, sementara Polri ingin cepat memproses Harun Masiku.

Alasan kedua, perihal kerahasiaan, Amur menyebut tak ingin masyarakat umum yang melihat data itu malah membuat konten dan menyalahgunakannya. Amur memastikan, meski tak dipublikasikan, identitas Harun Masiku telah masuk ke jaringan i247 ke 194 negara anggota Interpol.

"Jadi sebenarnya tidak di-publish itu tidak masalah, karena yang kita inginkan adalah data red notice itu sudah tersebar ke semua pintu masuk perlintasan di semua negara anggota Interpol," kata dia dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/8).

Ia membeberkan, pada saat red notice sudah terbit dari Lyon, NCB Indonesia buat surat khusus kepada Interpol negara-negara tetangga untuk lebih intensif dan masif mencari keberadaan Harun Masiku. Amur menyebut jajarannya telah mengirim identitas buronan itu ke anggota Interpol yang berkdekatan, seperti kawasan Asean dan Asia Pasifik.

Setelah dikirim permintaan pencekalan terhadap Harun Masiku, Polri menunggu laporan apabila ditemukan sinyal saat buronan itu melintas. Amur menyebut beberapa negara memang sudah memberi respons, sejauh ini subjek red notice itu belum terdeteksi di negara-negara setempat. Ia meminta masyarakat tidak khawatir lagi terkait hal itu. Amur menegaskan, dengan pengiriman red notice, pergerakan Harun Masiku akan sangat terpantau.

"Kecil kemungkinan kalau subjek melintas melalui jalur resmi akan lolos, sangat kecil kemungkinan. Interpol seluruh dunia sudah mendata itu dan sudah (memberi) alert di setiap pintu perbatasannya," pungkasnya.

Sebelumnya, informasi tak munculnya Harun Masiku dalam situs Interpol sempat menuai perbincangan di masyarakat. Padahal, red notice sudah diterbitkan. Penerbitan itu dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri, Imigrasi Kemenkumham, serta NCB Interpol.

KPK sendiri telah memastikan bahwa pihak Interpol sudah menerbitkan red notice atas nama Harun Masiku. KPK mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan DPO itu segera menyampaikan kepada KPK, Polri, Kemenkumham, ataupun NCB Interpol.

"KPK berharap bisa segera menangkap DPO Harun Masiku," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui keterangan tertulisnya, Jumat 30 Juli 2021.

109