Home Gaya Hidup Nominasi NSI-BPC BI Wujudkan Wisata Panai Labuhanbatu

Nominasi NSI-BPC BI Wujudkan Wisata Panai Labuhanbatu

Labuhanbatu, Gatra.com- Kabupaten Labuhanbatu merupakan 1 dari 5 kabupaten/kota yang masuk nominasi kegiatan Capacity Building North Sumatera Invest Bussiness Profile Challenge (NSI-BPC) tahun 2021 untuk tingkat Provinsi Sumut.
 
Jika nantinya tidak mendapatkan kendala apapun, maka kabupaten yang kini telah dimekarkan menjadi 3 tersebut, akan membangun sejumlah jembatan dan jalan berkelayakan guna mendukung terwujudnya wisata tingkat nasional maupun internasional.
 
Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Labuhanbatu, Hobol Zulkifli Rangkuti menjawab Gatra.com, Kamis (12/8) menjelaskan, program Kawasan Panai Natural and Historical Park (KPNHP) tengah dalam kajian di penghujung. "Kita masih dalam tahapan perjuangan wisata bertarap nasional maupun internasional. Setelah melalui kajian berbagai pihak termasuk Bappenas, Labuhanbatu masuk nominasi NSI-BPC," terangnya.
 
Paparan mereka dalam program menciptakan destinasi wisata berdaya saing itu, terdapat berbagai usulan pembangunan sejumlah fasilitas umum seperti jembatan dan jalan layak lintas menuju keberbagai lokasi wisata yang telah ada maupun yang akan diciptakan.
 
Misalnya, pembukaan dan penimbunan badan jalan Desa Tanjung Sarang Elang - Kelurahan Labuhan Bilik sepanjang 1.050 meter dengan lebar badan jalan 10 meter, pembangunan jembatan Sei Bilah Tanjung Sarang Elang (I) ditambah jembatan Sei Barumun Labuhanbilik dengan panjang jembatan 700 meter (I) dan 950 meter (I).
 
Selanjutnya, pembangunan ruas jalan eksisting dari jalan Kartini Kelurahan Labuhanbilik - simpang kuburan cina Sei Sanggul, lanjutan jalan Lingkungan Sukajadi Desa Sei Berombang - Dusun I Desa Sei Tawar sepanjang 28.000 meter dengan lebar 7,2 meter.
 
Terwujudnya pengembangan infrastruktur jalan dan jembatan melalui sistem Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) itupun, lanjut Hobol, sangat mendukung  pengembangan kawasan wisata terpadu, seperti kota tua Labuhan Bilik dan pulau Sikantan di Kecamatan Panai Tengah, wisata pantai alam lestari (kahona) dan wisata hutan mangrove di Desa Sei Tawar Kecamatan Panai Hilir.
 
Saat ini, Labuhanbatu sesuai data sensus BPS tahun 2020 memiliki luas 2.561, 38 kilometer persegi, 9 kecamatan, 75 desa, 24 kelurahan, 194 lingkungan, 537 dusun sekaligus didukung daya tarik wisata alam seperti air terjun Linggahara, pantai Kahona, pemandian Aek sirao-rao dan lainnya.
 
Selain itu, daya tarik lainnya adalah wisata budaya seperti kota lama Labuhan Bilik, tugu juang 45 dan sejumlah rumah ibadah. Untuk wisata buatan diantaranya boombara waterpark, taman hiburan mirota, kolam renang bukit hijau permai dan lainnya hingga daya tatik wisata kuliner, yakni masakan ikan terubuk, gulai asam baung, holat serta yang lain.
 
Upaya perwujudan lokasi wisata tersebut, sambung pria yang pernah sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) itu, juga didukung oleh letak dan geografis berada pada kawasan Pantai Timur Pulau Sumatera serta posisi strategis karena jalur antar provinsi hingga berbatasan dengan Selat Malaka.  
 
Kepala Bappeda Labuhanbatu itu berharap semua kalangan dapat sama-sama saling mendukung. Apalagi, hal itu bertujuan meningkatkan daya tarik wisata melalui peningkatan akses serta memperpendek jarak dan waktu tempuh menuju kawasan wisata, menciptakan infrastruktur jembatan sebagai bangunan ikonik pengembangan pariwisata.
 
"Tujuannya juga meningkatkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan optimalisasi pengelolaan potensi unggulan daerah pada sektor pariwisata, pertanian, perikanan dan produk-produk turunannya," papar Hobol Zulkifli Rangkuti.
 
Dasar lain menguatkan perwujudan proyek KPNHP, melihat perkembangan pesat berbagai hal, diantaranya ketersediaan akomodasi sudah memadai, yaitu terdapat 26 hotel dengan 5 diantaranya hotel berbintang dengan fasilitas 715 kamar dan 1.219 tempat tidur.
 
"Jadi, banyak dasar kenapa wisata panai terus didongkrak agar terwujud. Peran serta masyarakat merupakan satu faktor keberhasilan, selain keinginan pemerintah yang juga terbilang besar. Mudah-mudahan berjalan sesuai rencana," harap Kepala Bappeda Labuhanbatu itu.
 
Data diperoleh Gatra.com, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Soekowardojo dalam satu kegiatan menjelaskan, NSI-BPC tahun 2021 bertujuan meningkatkan awareness pemerintah daerah terkait dengan peluang investasi daerah sesuai dengan potensi yang tersedia.
 
Selanjutnya dikatakannya, melalui itu diharapkan akan tersedianya peluang investasi baru, minimum memiliki kajian awal/studi pendahuluan yang siap untuk ditawarkan kepada pelaku usaha/investor. "Tersedia profil proyek investasi daerah sebagai media promosi investasi di masing-masing kabupaten/kota di Sumut yang selanjutnya dapat digunakan sebagai informasi pendukung website North Sumatra Invest (NSI)," jelasnya kala itu.
718