Home Kesehatan Hampir Tewas, Warga Semarang ini Senang Bisa Divaksin Covid-19

Hampir Tewas, Warga Semarang ini Senang Bisa Divaksin Covid-19

Semarang, Gatra.com- Salah seorang warga penerima vaksin Covid-19 Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) JKN-KIS atau vaksin untuk khusus lansia dan komorbid, Stephanus Soenardi menyatakan dirinya hampir meninggal dunia.

Warga Kecamatan Mijen Kota Semarang berusia 81 tahun ini mengungkapkan pernah gagal divaksin Covid-19 karena memiliki komorbid yang menyebabkan hampir meninggal dunia.

“Tanggal dua Agustus kemarin saya hampir dipanggil sama Tuhan, Pak,” kata Soenardi kepada Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo yang meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Prolanis Program JKN-KIS di Mijen, Semarang, Jumat (13/8).

Menurut pria paruh baya itu, awalnya badan agak meriang, kemudian saat akan mengambil balsem malah terjatuh dan tidak bisa bangun. Saat terkapar di bangku merasa seperti cegukan dan tidak ingat apa-apa lagi.

Istrinya yang mengetahui kondisi Soenardi segera memberikan pertolongan dengan menggosokan balsam sehingga sadar. “Setelah sudah sehat saya mengikuti vaksinasi Covid-19 Prolanis JKN-KIS. Senang bisa divaksin, semoga telindung dari virus Corona,” ujarnya.

Soenardi menambahkan bersyukur masih diberikan kesehatan, karena teman-teman seusianya sudah banyak yang meninggal dunia. “Saya lahir tahun 1940, tapi di kartu tanda penduduk (KTP) tertulis 1947. Saya lebih suka lahir 1940, tidak apa-apa, bangga masih sehat karena teman-teman seusia saya sudah banyak yang meninggal,” katanya.

Sementara, Gubenur Jateng, Ganjar Pranowo pelayanan vaksinasi Covid-19 khusus lanjut usia (lansia) dan komorbid Prolanis yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan konsep lama yang disiapkan.

“Sebenarnya ini konsep sudah lama saya minta kepada BPJS Kesehataan tentang data peserta yang punya komorbid. Ternyata ada. Saya terima kasih begitu dieksekusi kita sekarang,” ujarnya.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, lanjut Ganjar di seluruh Jateng ada 1,5 juta orang yang komorbid dan yang belum divaksin Covid-19 sekitar 1,2 juta orang. Apabila sekarang masyarakat dengan komorbid bisa dideteksi maka pola vaksinasi Covid-19 bisa lebih diarahkan kepada mereka. Sebab dari data kematian akibat Covid-19 di Jateng rata-rata korbannya adalah masyarakat yang memiliki komorbid diabetes dan hipertensi, sudah tua, dan belum divaksin.

“Harapannya nanti kita petakan komorbid dengan JKN-KIS yang ada di seluruh Jateng. Nanti minta puskesmas terdekat mencari mereka. Kalau bisa jemput bola, mereka disuntik lebih dahulu, dengan cara itu harapan bisa melindungi yang punya komorbid lebih dulu, kita prioritaskan. Ini menjadi ikhtiar mencegah risiko kematian,” ujar Ganjar.

1720

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR