Home Kesehatan Wiku: Positivity Rate di Provinsi Masih Perlu Jadi Perhatian

Wiku: Positivity Rate di Provinsi Masih Perlu Jadi Perhatian

Jakarta, Gatra.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito berujar bahwa angka positivity rate di tingkat provinsi masih perlu menjadi perhatian.

“Hanya DKI Jakarta yang sudah berada di bawah 15 persen, yaitu 11,7 persen,” ucap Wiku dalam siaran pers i YouTube BNPB pada Kamis (26/08).

Wiku menyebutkan, terdapat provinsi dengan positivty rate di atas 30 persen, yang beberapa adalah Sulawesi Tengah (31,7%), Sulawesi Utara (33,3%), Sumatra Utara (33,8%), Sulawesi Barat (36,0%), Jawa Tengah (36,6%), Kalimantan Tengah (38,6%). Adapun Aceh memiliki positivy rate tertinggi, yakni 51,5%.

Adapun di tingkat nasional, Wiku menuturkan bahwa positivty rate mingguan pada periode 16-22 Agustus 2021 mengalami penurunan dibandingkan puncak yaitu dari 30,54 persen menjadi 18,15 persen. Meski begitu, Wiku menyebutkan, angka ini masih lebih tinggi dari sebelum lonjakan kasus kedua yaitu 9,44 persen pada kisaran bulan Juni lalu.

Menurut Wiku, provinsi dengan dengan angka postivity rate yang tinggi diminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat terutama Kementerian Kesehatan terkait sinkronasi data dan memastikan data sesuai pencatatan di daerah.

Hal lain yang diminta untuk dilakukan oleh Wiku adalah meningkatkan jumlah pemeriksaan. Ia berujar positivity rate tinggi disebabkan rendahnya jumlah testing.

“Upayakan agar dapat mencapai standard WHO yaitu 1:1000 populasi per minggu,”ujar Wiku.

Adapun upaya lain adalah meningkatkan pengawasan protokol kesehatan dan pengaturan kegiatan sosial-ekonomi di masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menekan jumlah kasus positif.

95