Home Info Satgas Covid-19 Pertama di Sukoharjo, Ratusan Santri dan Kyai Ikuti Vaksin

Pertama di Sukoharjo, Ratusan Santri dan Kyai Ikuti Vaksin

Sukoharjo, Gatra.com - Sebanyak 300 santri, ulama dan kyai Pondok Pesantren (Ponpes) Pondok Pesantren Az Zayadiy Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, disuntik vaksin Covid-19, Minggu (19/9). Vaksinasi massal di ponpes ini merupakan giat pertama kali yang digelar di Sukoharjo.

Vaksinasi yang menyasar lingkungan Ponpes Az Zayadiy merupakan kegiatan yang digelar Kodim 0726/Sukoharjo bersama anggota DPR Fraksi PDIP Muchamad Nabil Haroen. Vaksinasi ini menggunakan vaksin jenis sinovac.

Dandim 0726/ Sukoharjo Letkol Inf Agus Adhy Darmawan mengatakan, ponpes menjadi tempat penting untuk program vaksinasi massal. Sebab ponpes memiliki pengaruh yang besar di masyarakat untuk ikut mensosialisasikan pentingnya vaksin. 

"Jika para santri dan kyai divaksin, maka masyarakat juga akan bersedia divaksin," kata Dandim ketika dijumpai di sela giat Serbuan Vaksinasi Massal di Ponpes Az Zayadiy Grogol.

Selain itu vaksinasi dilaksanakan sebagai upaya memutus mata rantai persebaran Covid-19. Dan menciptakan kekebalan dan membentengi para santri, kyai dan ulama dari serangan virus Corona tersebut. 

Menurut Dandim, giat ini bertujuan untuk ikut membantu program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo guna menekan penyebaran Covid-19 serta mencapai herd immunity. Sasaran penerima vaksin 12 tahun ke atas sekaligus sebagai upaya persiapan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang saat ini mulai disimulasikan.

"Hari ini sasaran vaksinasi ada 300 santri. Giat vaksinasi ini akan dilanjutkan ke pondok pesantren lain di Sukoharjo," ujarnya.

Dandim pun berpesan kepada seluruh santri yang telah divaksin untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab, vaksinasi bukan jaminan membuat kebal dari Covid-19 sehingga mereka masih mempunyai kemungkinkan terpapar. 

Untuk itu, Dandim mengimbau agar protokol kesehatan selalu diterapkan setiap saat, bahkan jika perlu diperketat lagi. Misalnya, memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. Meskipun saat ini kasus Covid-19 di Sukoharjo mulai melandai. Hal itu menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk menggencarkan serangan melawan virus Corona dengan menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi.

"Cara lain untuk mengendalikan Covid-19 adalah tracing, testing, dan treatment (3T). Setiap ada kasus baru kita lacak kontak eratnya untuk dites, kemudian pasien yang terpapar dirawat sehingga virusnya tidak menyebar," terangnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Az Zayadiy, Gus Ahmad Alamul Huda menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kodim 0726 Sukoharjo dan Anggota DPR Fraksi PDIP Muchamad Nabil Haroen yang telah memfasilitasi vaksinasi Covid-19 bagi para santri. 

"Semoga vaksinasi di Pondok Pesantren ini menjadi awal yang baik dalam menyukseskan program vaksinasi bagi santri. Kami juga berharap vaksinasi kali ini membuat pandemi Covid-19 dapat berakhir secepatnya," tandasnya.