Home Ekonomi Pertanian Jadi Sektor Penopang Perekonomian saat Pandemi

Pertanian Jadi Sektor Penopang Perekonomian saat Pandemi

1034

Medan, Gatra.com - Sektor pertanian dan nelayan di Indonesia menjadi salah satu sektor penopang perekonomian disaat pandemi Covid 19. Karena itu, sektor tersebut harus terus dikembangkan sebagai bagian dari pendukung pemulihan ekonomi bangsa.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa di masa pandemi Covid-19 sektor pertanian tetap berdiri kokoh. 

“Bahkan di saat pendapatan domestik bruto (PDB) sektor lain terpuruk, sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif sebesar 16,24% di kuartal ke II tahun 2020 saat awal pandemi berlangsung,” terangnya saat pemberian penghargaan Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan dari Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Kamis (23/9).

Dedi mengapresiasi kepada seluruh petani dan nelayan yang terus bekerja keras meski dihantam tsunami Covid-19. Menurutnya, sektor pertanian merupakan penyangga yang sangat penting sebagai bantalan atau bamper perekonomian bangsa terutama saat Covid-19 ini.

Selain itu, di saat perekonomian nasional sudah mengalami dua kali kontraksi berupa pertumbuhan negatif dibawah 0% selama 2 kali berturut-turut, sehingga dinyatakan Indonesia sudah memasuki masa resesi. 

Namun di saat itu pula ternyata pertanian masih tetap berdiri kokoh, bahkan di tahun 2021, PDB pertanian tetap melejit di saat sektor lain masih minus. 

"Saya mengajak KTNA, ayo kita lanjutkan kerja sama yang mesra ini secara lebih signifikan lagi mendongak produktivitas pertanian," ujarnya.

Dalam acara tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan dari KTNA Nasional.

Wagub Musa menyambut baik penghargaan yang diberikan kepadanya. Dikatakannya, melalui KTNA, pemerintah bisa punya andil lebih dalam memberikan pembinaan agar pertanian di Sumut bisa lebih berkembang. 

"Kita berharap, petani dan nelayan tidak lagi berproduksi hanya sebatas untuk hidup saja. Tetapi agar ekonominya bisa membaik," ungkapnya.

Musa berharap, harga hasil pertanian yang saat ini tidak stabil di pasaran, ke depan diharapkan akan semakin membaik dan stabil di pasaran. Pemprov Sumut melalui dinas terkait bersama KTNA akan bersama-sama mencari solusinya. 

"Jadi kita harapkan juga ke depan, dari dinas-dinas yang terkait bersama KTNA bisa bersama-sama mencari solusi tentang apa permasalahan yang terjadi di lapangan," jelasnya.

Sekretaris KTNA Sumut Ginda Harahap mengusulkan Wagub Sumut sebagai penerima penghargaan Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan, karena selama ini telah melihat banyak pembinaan yang dilakukan di Provinsi Sumut. 

"Kita harapkan hal itu sudah banyak yang terealisasi untuk menyejahterakan petani, dan mudah-mudahan ke depan bisa lebih bagus lagi," katanya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS