Home Olahraga PSG Punya Messi dan Ramos, Guardiola Siapkan Strategi Khusus

PSG Punya Messi dan Ramos, Guardiola Siapkan Strategi Khusus

Paris, Gatra.com – Paris Saint-Germain (PSG) akan menjamu Manchester City di matchday 2 Grup A Liga Champions 2021/22 di Stadion Parc des Princes, Rabu (29/9) dini hari WIB. PSG membutuhkan kemenangan untuk bisa berbicara di kompetisi ini. Namun City tak akan menyerah.

Di laga perdana Grup A, pasukan Mauricio Pochettino hanya mampu bermain imbang 1-1 kala melawat ke markas Club Brugge, di Belgia. Sementara pasukan Pep Guardiola mampu membantai tim asal Jerman RB Leipzig dengan skor 6-3.

Baca Juga:

Harry Kane Masih Merana

Manchester United Memang Butuh Ronaldo

Musim lalu, kedua tim bertemu di babak semi final Liga Champions. City sukses mengalahkan PSG dua kali dengan skor 2-1 di Paris serta 2-0 di Etihad. Berkat kemenangan itu, City lolos ke final Liga Champions 2020/21. Sayangnya di partai puncak, Manchester City tumbang 0-1 dari Chelsea. Musim sebelumnya, PSG juga mampu melangkah ke babak final. Namun kala itu, PSG yang masih diarsiteki Thomas Tuchel kalah dari Bayern Munches dengan skor 1-0.

Namun kini, susunan pemain PSG sudah banyak berubah. Pasalnya PSG mendatangkan lima pemain bintang baru pada bursa transfer musim panas lalu. Selain Lionel Messi, mereka juga memboyong penjaga gawang Gianluigi Donnarumma, bek Sergio Ramos dan Achraf Hakimi, serta gelandang Giorginio Wijnaldum.

Namun jelang laga melawan City, Messi diragukan bisa tampil. Sang bintang masih harus berkutat dengan cedera. Namun PSG masih memiliki Neymar Jr, hingga Kylian Mbappe di laga nanti.

PSG dan City membawa modal bagus jelang duel ini. Akhir pekan kemarin, PSG mengalahkan Montpellier 2-0 di Liga Perancis, sedangkan City mempermalukan Chelsea 1-0 dalam lanjutan Liga Inggris.

Arsitek Manchester City, Pep Guardiola mengatakan, para pemain baru PSG membuat tim tersebut semakin kuat. Dia menilai trio Messi, Neymar, dan Mbappe akan sulit untuk dihentikan. Karena itu dia berpesan agar timnya bermain secara kolektif seperti saat meraih kemenangan musim lalu.

"Kami harus melakukannya sebagai sebuah tim. Secara individu kami tidak bisa menghentikannya. Kami harus melakukannya sebagai sebuah tim, kompak, saling membantu, tahu kami akan menderita,” tandasnya.

272