Home Milenial SAPA Dukung Tingkatkan Daya Saing UMKM Perempuan

SAPA Dukung Tingkatkan Daya Saing UMKM Perempuan

Jakarta, Gatra.com- PT HM Sampoerna Tbk melalui program Sampoerna untuk Indonesia, menggagas program Semangat dan Aksi Perempuan Andalan (SAPA) untuk Indonesia. Dengan menggandeng Sirclo dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan bekerja sama dengan Kata Data, SAPA Untuk Indonesia menghadirkan kelas pelatihan untuk memfasilitasi dan memberikan pembekalan bagi pelaku UMKM agar bisa lebih melek digital.

Selama tiga hari, pelatihan untuk UMKM ini diikuti oleh lebih dari 2.000 pelaku UMKM. Para peserta mengikuti kelas online tersebut dengan sangat antusias, berbagai pertanyaan diajukan terkait pemanfaatan teknologi digital hingga pengembangan pasar dan produk yang dimiliki pelaku usaha.

“Pengembangan UMKM merupakan salah satu fokus dari program Sampoerna untuk Indonesia. Harapan kami, SAPA dapat menjadi platform untuk memberikan UMKM keterampilan praktis agar mereka bisa tetap produktif dan memiliki daya saing di tengah pukulan pandemi Covid-19,” kata Kepala Urusan Eksternal, PT HM Sampoerna Tbk, Ishak Danuningrat dalam konferensi persnya, Rabu (29/9).

Menurut Ishak, SAPA hadir untuk memberi perhatian lebih bagi pelaku UMKM perempuan. “UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, dan lebih dari 60% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan,” tambahnya.

Business Operation Manager Sirclo, Trias Puspita Hayati menyampaikan potensi e-commerce di Indonesia. Ia memaparkan bahwa dukungan infrastruktur untuk bidang informasi teknologi di Tanah Air sudah bagus, hal ini didukung dengan pengeluaran pemerintah di bidang informasi, komunikasi dan teknologi yang mencapai US$1 miliar pada tahun 2020.

Dengan infrastruktur semacam itu, diprediksi pada tahun 2025 tingkat adopsi smartphone di Indonesia akan mencapai 90%, yang juga akan berdampak positif pada tingkat penetrasi internet. “Ini potensi pasar yang luar biasa bagi pemilik bisnis. Bayangkan saja jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta dan 77% mengakses internet melalui handphone,” kata Trias.

Lebih lanjut menurutnya, uang yang dibelanjakan masyarakat untuk e-commerce kini juga semakin merata karena kemudahan akses internet hingga ke pelosok daerah.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Fiki Satari berbagi tips agar UMKM dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan tidak kalah saing dengan merek asing dengan memanfaatkan pemasaran digital. Ia juga memaparkan cara efektif memasarkan dengan bujet minimal serta dukungan yang ditawarkan oleh Kemenkop UKM.

Menurut Fiki, pemasaran digital selain efektif biaya juga dapat menjangkau audiens yang luas memasarkan produk dengan jangkauan nasional. "Akan sangat memakan biaya dengan cara tradisional, namun teknologi digital memungkinkan ini dan memberi kesempatan UMKM untuk menjangkau pasar-pasar baru,” jelasnya.

Tentunya akses ke pendanaan tetap menjadi elemen penting bagi UMKM, baik untuk pemasaran, pengembangan produk maupun memperluas operasional. CEO Modal Rakyat Hendoko Kwik memperkenalkan alternatif-alternatif pendanaan bagi UMKM serta tips mengelola pendanaan.

“Pinjaman mikro menjadi salah satu solusi, terlebih bagi UMKM yang kesulitan untuk mendapatkan dana dari bank. Namun pelaku UMKM tetap harus mengenali instrumen pinjaman yang dipakai dan mengutamakan perencanaan serta pengelolaan keuangan yang matang untuk menghindari kredit macet,” kata Hendoko.    

Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Sofi Suryasnia, memaparkan bagaimana peserta bisa mendapatkan akses pembiayaan agar usaha mereka naik kelas, salah satunya adalah melalui bank. “Pemilik usaha harus mengerti bagaimana cara memenuhi syarat agar kredit bisa diterima bank,” kata Sofi.

153