Home Kebencanaan Upaya Menentukan Pertempuran Lawan Perubahan Iklim

Upaya Menentukan Pertempuran Lawan Perubahan Iklim

Jakarta, Gatra.com - Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengungkapkan bahwa saat ini dunia berada dalam ancaman nyata dari perubahan iklim. Situasi tersebut akan sangat membahayakan bila tidak ada langkah yang diambil guna memperbaiki keadaan lingkungan hidup.

“Kita benar-benar dalam bahaya jika kita tidak mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dalam satu dekade mendatang serta apabila tidak mampu mencegah kenaikan temperatur 1,5 derajat.” ujarnya dalam acara Climate Diplomacy Week 2021, Senin (11/10).

Lebih lanjut, Fabby menuturkan bahwa satu dekade ke depan adalah momentum yang krusial terutama terkait penerapan Paris Agreement. Pada satu dekade mendatang, tambahnya, turut menentukan apakah manusia akan mewariskan kondisi bumi yang semakin memburuk akibat perubahan iklim.

“Kita adalah korban dari perubahan iklim. Maka itu menurut saya, kita harus mengantisipasi krisis iklim ini sebagai suatu masalah yang serius. Kita harus mencanangkan pencegahan bencana iklim sebagai misi dunia.” ujarnya.

Fabby menilai negara-negara berkembang sejatinya memiliki peran yang dominan dalam mencegah kenaikan emisi gas rumah kaca dunia. Namun banyak negara tersebut yang justru memiliki isu besar terkait emisi gas rumah kaca.

“Indonesia salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di dunia. Saat ini menempati peringkat ke-9. Kendati demikian, kami bukanlah negara kaya. Konsumsi listrik kita per kapita kurang dari 1300 Kilowatt jam, jauh di bawah negara-negara kelas menengah di kawasan ASEAN,” jelasnya.

Dengan kondisi itu, Febby menuturkan bahwa permintaan konsumsi listrik tanah air akan mengalami lonjakan 3 kali lipat dalam satu hingga dua dekade mendatang. Ini akan menjadi isu besar terkait emisi gas rumah kaca di Indonesia. Pasalnya hampir 80 persen dari sumber energi nasional berasal dari bahan bakar fosil.

“Di samping masalah tersebut, kita masih punya masalah kemiskinan, banyak orang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Namun semua itu tidak boleh menghalangi Indonesia untuk meningkatkan kesadarannya mengenai isu perubahan iklim.” tegasnya.

Secara umum, jelas Fabby, untuk mendukung target dari Paris Agreement, Indonesia harus mempercepat persebaran penggunaan energi terbarukan pada industri-industri penyumbang emisi gas rumah kaca.


 

84