Home Internasional Krisis Bahan Bakar di Lebanon, Harga Pangan Ikut Meroket

Krisis Bahan Bakar di Lebanon, Harga Pangan Ikut Meroket

Beirut, Gatra.com - Seorang penjual dari toko kelontong yang kecil di Lebanon, Mohammad, mengungkapkan semakin banyak orang di negaranya berhutang pada tokonya. Hal ini terjadi ketika krisis bahan bakar yang meningkat dan telah menyebabkan harga pangan ikut meroket.

"Semakin banyak orang berjuang dengan uang dan meminta kami guna membiarkan mereka untuk membayarnya nanti. Kami harus mencoba bersabar dengan mereka. Hal ini menjadi jauh lebih buruk dengan krisis bahan bakar selama musim panas," kata pengungsi Suriah yang berusia 30 tahun itu, sambil membolak-balikkan halaman buku catatan yang berisi daftar panjang pelanggan yang berhutang di tokonya, sebagaimana dilansir dari stasiun berita Al Jazeera pada Selasa, (12/10).

Toko kecil tersebut diketahui terletak di jantung kawasan semi-industri Karantina di Beirut. Meski tampak kecil, namun banyak rak yang memenuhi toko itu. Mohammad mengatakan, warga Lebanon kini hanya berfokus pada kebutuhan rumah tangga dan banyak bahan makanan pokok yang saat ini sudah tak lagi terjangkau daya beli.

"Kebanyakan orang membeli roti, sayuran dan produk susu di lemari es. Jadi, tidak ada yang membeli kopi," katanya, sambil menunjuk ke puluhan toples di raknya.

Krisis pangan di Lebanon bukanlah pada baru-baru ini saja. World Food Programme (WFP) atau Program Pangan Dunia memperkirakan bahwa harga pangan telah naik 628% hanya dalam 2 tahun. Kondisi ini memperparah krisis ekonomi di negara tersebut, di mana sudah menjeremuskan tiga perempat penduduknya ke dalam lubang kemiskinan serta mendevaluasi pound Lebanon sekitar 90%.

"Harga bahan bakar dan bensin terus meningkat, jadi kami mengantisipasi harga pangan yang akan terus naik," kata Juru Bicara WFP Rasha Abou Dargham kepada stasiun berita Al Jazeera.

Krisis pangan juga telah memperburuk secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, di tengah kekurangan bahan bakar dan kenaikan harga. Pemerintah Lebanon secara bertahap telah mencabut subsidi bahan bakar sejak Juni 2021 dan telah menaikkan harga bensin 4 kali dalam waktu kurang dari 1 bulan, dalam upaya untuk mengatasi kekurangan.

96