Home Milenial Asah Keterampilan Wirausaha, Puluhan Pemuda Desa Dilatih Teknik Barbershop

Asah Keterampilan Wirausaha, Puluhan Pemuda Desa Dilatih Teknik Barbershop

Sekayu, Gatra.com - Menghadapi persaingan di dunia kerja dan kewirausahaan, menuntut seseorang untuk memiliki keterampilan dan melek teknologi. Mengingat hal ini, organisasi pemuda di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), membekali pemuda desa keterampilan potong rambut (Barbershop) dan mengoperasikan komputer.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Bayung Lencir, Novriadi menyebut bahwa para pemuda menjadi ujung tombak pembangunan di daerah, tentu harus membekali diri sesuai dengan minat dan kemampuan agar mampu bersaing terutama di sektor pengembangan skill, sebagai penunjang entrepreneurship (kewirausahaan).

"Kegiatan bersama Karang Taruna pada kesempatan ini, kami melatih kepada 20 pemuda desa untuk Babershop, dan 20 pemuda lainnya dilatih mengoperasikan komputer yang dilakukan 15 kali pertemuan dalam satu bulan," katanya pada acara seremonial pelatihan yang dihadiri Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, bertempat di Kantor Camat Bayung Lencir, Rabu (3/11).

Ia menjelaskan, kegiatan yang digelar sebagai rangkaian memperingati Hari Sumpah Pemuda itu, tidak sebatas pelatihan saja. Melainkan, akan didorong menjadi entrepreneurship di desa masing-masing, dengan menggaet perusahaan yang ada di sana untuk turut berpartisipasi menumbuhkan ekomoni kemandirian bagi para pemuda di daerah perbatasan dengan Jambi, tersebut.

"Nantinya setelah dilakukan pelatihan Babershop ini, kami akan mengajukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan, kami akan datangi langsung lokasi perusahaan sehingga bagi karyawan perusahaan tidak perlu keluar lagi bisa potong rambut di sana," ujarnya. 

Sementara, Plt Bupati Muba, Beni Hernedi mengapresiasi pelatihan Babershop dan Komputer, bagi pemuda-pemudi di wilayah Kecamatan Bayung Lencir, yang diinisiasi oleh organisasi kepemudaan. "Kami menyambut baik terlaksananya kegiatan ini. Karena kegiatan seperti inilah yang dibutuhkan oleh Kabupaten Muba, dalam kaitannya menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing," katanya.

Beni menyampaikan, sumber daya alam (SDA) yang melimpah tidak akan menjamin masyarakat ikut sejahtera kalau SDM tidak siap dan tidak berkompeten. Butuh SDM yang berketerampilan dan bersertifikasi maka SDA dapat terkelola dengan baik, sebaliknya jika tidak maka bisa berdampak buruk bagi kehidupan.

"SDM di Muba, patut mencontohkan kegiatan kepemudaan di daerah ini, arahnya para pemuda diajak begerak menjadi wirausaha yang disesuaikan dengan potensi ekonomi disini," ucapnya.

Ketua FPTI Sumsel, ini juga menyampaikan, Pemkab Muba, sudah mendirikan MVC atau pusat pelatihan bagi SDM di Kabupaten Muba. Tujuannya untuk menciptakan SDM yang unggul, berdaya saing dan bersertifikasi.

"Nantinya di tahun 2022 kita akan fokus melakukan pengembangan MVC di wilayah timur, tepatnya di Kecamatan Bayung Lencir. Nanti pengembangan workshopnya akan dilakukan di Bayung Lencir. Selama ini baru ada di Sekyu dengan tiga konsentrasi pelatihan peningkatan SDM," jelasnya.

Salah satu peserta pelatihan Babershop, Abdurahman warga Desa Telang, Kecamatan Bayung Lencir, mengaku bahwa sangat mendambakan mendapat pelatihan keterampilan. Dengan memiliki keterampilan potong rambut, jelas dirinya dapat membuat usaha pangkas (Barbershop) yang masih belum banyak di desanya.

"Kami sangat berterimakasih adanya program pelatihan ini. Sangat membantu kami untuk bisa memiliki keterampilan agar kelak kami berpeluang untuk berwirausaha. Alhamdulillah pelatihan ini gratis," ucapnya.

1074