Home Politik Calon Tunggal Panglima TNI, Ini Sepak Terjang Andika Perkasa

Calon Tunggal Panglima TNI, Ini Sepak Terjang Andika Perkasa

Jakarta, Gatra.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menunjuk calon tunggal bakal pengganti Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang pensiun November ini. Pilihan itu jatuh kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa. Penunjukkan Andika tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang dikirim oleh Menteri Sekretariat Negara, Pratikno, kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani pada Rabu (3/11).
 
Ketua DPR RI, Puan Maharani mengatakan, DPR akan menindaklanjuti Surat Presiden (Surpres) yang dikirim oleh Menteri Sekretariat Negara, Pratikno, Rabu (3/11) kemarin itu.  "Tentu saja, ada rapat pimpinan yang akan menugaskan salah satu alat kelengkapan dewan, dalam hal ini Komisi I DPR, untuk melakukan pembahasan," katanya. Puan menegaskan pihaknya juga bakal langsung merencanakan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan, terhadap calon yang diajukan oleh Jokowi.
 
Nantinya, Komisi I akan melaporkan hasil pelaksanaan fit dan proper test di dalam rapat paripurna untuk dapat mendapatkan persetujuan anggota DPR lainnya dalam menyepakati Panglima TNI usulan Jokowi. Puan menyebut jajarannya bakal memperhatikan berbagai aspek dan dimensi yang dapat memberi keyakinan bahwa Panglima TNI yang diusulkan dapat menjalankan tugasnya sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang TNI.
 
"Disampaikan kepada Presiden, paling lambat 20 hari, tidak termasuk masa reses dan terhitung sejak permohonan persetujuan calon Panglima diterima oleh DPR RI," kata Puan. "DPR RI akan menjalankan proses tersebut sesuai dengan ketentuan," tambahnya.
 
Andika akan pensiun dalam satu tahun ke depan. Pada 21 Desember 2021, ia akan menginjak usia 57 tahun. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, batas usia pensiun paling tinggi TNI adalah 58 tahun untuk perwira. Sedangkan untuk bintara dan tamtama adalah 53 tahun.
 
Pria kelahiran Bandung ini sudah melalui pahit manis dunia militer. Dari informasi yang dihimpun Gatra, kariernya dimulai setelah ia mengikuti akademi militer pada 1987. Ia merupakan perwira pertama infanteri di jajaran korps baret merah (Kopassus) Grup 2/Para Komando dan Satuan-81/Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus selama 12 tahun. Selepas bertugas di Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Mabes TNI-AD, Andika kembali bertugas di Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3/Sandhi Yudha.
 
Andika tercatat mengambil ilmu di sejumlah kampus di Amerika Serikat. Antara lain, The Military College of Vermont, Norwich University (Northfield, Vermont, Amerika Serikat), National War College, National Defense University (Washington D.C., Amerika Serikat), dan The Trachtenberg School of Public Policy and Public Administration, Universitas George Washington (Washington DC, Amerika Serikat).
 
Adapun riwayat jabatannya, berpangkat Letnan Dua/Letnan Satu pada 1987-1991. Ia sering ditunjuk sebagai komandan. Setelahnya, Andika menyabet jabatan Kapten pada 1995. Selang empat tahun dari jabatan itu, ia diangkat menjadi Mayor.
 
Saat menjadi Mayor, Andika banyak memimpin kajian strategis hingga penyusunan kebijakan. Ia merupakan perwira menengah (pamen) Mabes TNI AD pada 2001. Setelah itu, ia diangkat menjadi Letnan Kolonel pada 2002. Di sini, Andika kembali ke markas Kopassus.
 
Kariernya makin moncer. Terbukti pada 2010, ia didapuk menjadi Kolonel dan memegang beberapa jabatan strategis, mulai Sekretaris Pribadi Kepala Staf Umum TNI , Komandan Resimen Induk (Danrindam) Kodam Jaya, hingga Komandan Resor Militer (Danrem) 023.
 
Butuh waktu tiga tahun bagi Andika untuk naik pangkat dari Kolonel menjadi Brigadir Jenderal. Saat menjadi bintang satu ini, ia memegang posisi Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) pada 2013.
 
Jalan Andika semakin mulus. Menantu Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono ini kontan menyabet pangkat Mayor Jenderal pada 2014. Di masa itu, ia didapuk menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII Tanjung pura pada 2016.
 
Andika kemudian ditunjuk menjadi Letnan Jenderal, 2018 lalu. Di sini, ia memegang jabatan makin strategis dengan waktu yang cukup singkat. Ia dipercaya menjadi Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad) (2018) dan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) (2018).
 
Di tahun yang sama, ia langsung diamanahkan menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, pimpinan tertinggi matra darat. Perjalanannya menjadi KSAD dari 2018 hingga kini berbuah manis, sebab ia diusulkan menjadi satu-satunya calon Panglima TNI oleh Presiden Jokowi.

 

376