Home Internasional Rusia Peringatkan AS untuk Tidak Memasok Senjata kepada Ukraina

Rusia Peringatkan AS untuk Tidak Memasok Senjata kepada Ukraina

Moskow, Gatra.com - Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS), Anatoly Antonov memperingatkan otoritas AS untuk tidak memasok senjata kepada Ukraina. Hal tersebut dia sampaikan menyusul disepakatinya Dokumen Kemitraan Strategis yang ditandatangani diplomat Amerika dan Ukraina.

Dalam kesepakatan tersebut memuat opsi yang memungkinkan Washington untuk memasok senjata mematikan kepada Ukraina. Antonov menilai hal tersebut dapat semakin mengobarkan konflik sipil berdarah di negara tetangga Rusia itu.

Selain itu, Antonov menilai bahwa dokumen tersebut memuat seperangkat kesepakatan yang berbahya dan di hampir setiap lininya terdapat alat geopolitik untuk menentang Rusia.

Kantor berita Rt.com, Kamis (11/11), Antonov menyinggung isi kesepakatan tersebut yang mengatakan bahwa AS akan mengerahkan berbagai tindakan substantif untuk mencegah agresi eksternal secara langsung dan hibrida terhadap Ukraina.

Di saat yang sama, Ukraina saat ini tengah meminta pertanggungjawaban Rusia atas konflik bersenjata yang masih berlangsung di Donbass. Moskow menyatakan bahwa kespakatan tersebut dapat menambah ketegangan di wilayah tersebut dan menegaskan bahwa langkah tersebut menunjukkan Kiev tidak mematuhi kesepakatan Minsk yang dimaksudkan untuk mengakhiri pertempuran.

Kata-kata di dalam kesepakatan itu, jelas Antonov juga berfokus pada gagasan bahwa setiap kemitraan antara AS dan Ukraina didasarkan pada nilai-nilai demokrasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum, dan komitmen Ukraina, terhadap implementasi reformasi yang menyeluruh sebagai persyaratan untuk diterima penuh ke dalam lembaga Uni Eropa dan NATO.

Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina mendapat kecaman dari PBB setelah melancarkan tindakan keras terhadap sejumlah saluran berita populer berbahasa Rusia yang disiarkan dari negara itu.
Sejumlah organisasi internasional mengecam langkah Ukraina yang menutup kanal-kanal berita tersebut tanpa proses hukum. Langkah tersebut dinilai sebagai keputusan yang tidak sejalan dengan standar internasional tentang hak atas kebebasan berekspresi.

Beberapa bulan yang lalu, Strana, situs berita terpopuler ketiga di negara itu, yang kerap mengkritik pemerintahan Presiden Volodymr Zelensky diblokir. Minggu ini, surat kabar diaspora berbahasa Inggris The Kyiv Post juga telah ditutup setelah mendapatkan tekanan dari pihak berwenang Ukraina.
 

208