Home Nasional Lembaga Administrasi Negara Selenggarakan Ekspose Hasil Kajian & Inovasi

Lembaga Administrasi Negara Selenggarakan Ekspose Hasil Kajian & Inovasi

Jakarta, Gatra.com –‎ Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyelenggarakan Ekpose Kajian dan Inovasi LAN Tahun 2021. Acara ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui kajian dan inovasi yang dihasilkan.

Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, menjelaskan bahwa salah satu tugas dan fungsi LAN yaitu melakukan kajian dan inovasi manajemen aparatur sipil negara (ASN) dan administrasi negara. Maka, sebagai upaya memastikan hasil-hasil kajian dan inovasi tersebut memiliki dampak bagi birokrasi, perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

"Melalui kegiatan ekspose ini LAN akan memastikan hasil kajian dan inovasi yang telah dilakukan, dapat memberikan kemanfaatan bagi perbaikan birokrasi sesuai dengan karakteristik masing-masing kelompok kerja (Pokja), antara lain menyangkut pelayanan publik, kebijakan dan manajemen ASN." ungkapnya dalam kegiatan "Ekpose Kajian dan Inovasi LAN Tahun 2021" di Kantor LAN, Kamis (11/11).

Lebih lanjut Kepala LAN menjelaskan, ekspose ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan kajian dan inovasi yang telah dilakukan memenuhi standar kriteria kualitas kajian, baik secara substansi maupun secara metodologi penelitiannya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan Ekspose Kajian dan Inovasi ini dipaparkan 25 judul yang dihasilkan oleh Pokja yang masing-masing dibagi menjadi beberapa tema, yaitu manajemen ASN dan kajian kebijakan, inovasi administrasi negara, dan pelayanan publik serta sistem dan formulasi kebijakan.

Kepala LAN menambahkan, sebagai organisasi pembelajar, LAN tidak akan berhenti melakukan kajian dan inovasi terkait administrasi negara dan manajemen ASN sebagai amanat langsung dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

"LAN akan terus mengembangkan kapasitas Dosen dan Analis Kebijakan untuk dapat berkolaborasi, sehingga dapat menghasilkan kebijakan publik yang berkualitas dan berbasis pada data ilmiah,” katanya.

83