Home Milenial Puan Isi Kuliah Umum di UNY, Singgung Drakor hingga Serum Ideologi untuk Anak Muda

Puan Isi Kuliah Umum di UNY, Singgung Drakor hingga Serum Ideologi untuk Anak Muda

Sleman, Gatra.com  - Ketua DPR RI Puan Maharani mengisi kuliah umum di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (11/11). Ia menyinggung drama Korea hingga serum kebal ideologi asing yang perlu diberikan ke generasi muda.

Menurutnya, Korea Selatan menonjolkan identitas bangsa dalam film-filmnya, termasuk menampilkan produk makanan dan kosmetik. Promosi produk lokal juga dilakukan melalui pemberian suvenir bagi tamu yang berkunjung.

"Indonesia dapat mencontoh apa yang dilakukan Korea dalam membranding budaya dan nilai-nilai bangsa," kata Puan.

Pidato Puan berjudul ‘Internalisasi Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh’.

Ia menjelaskan, generasi muda sangat penting bagi Indonesia di masa mendatang. Menurutnya, tidak ada negara yang menjadi maju jika generasi mudanya meninggalkan nilai kebangsaaan dan jati dirinya.

"Generasi muda adalah salah satu yang bisa mengarahkan masa depan bangsa. Jangan pernah menganggap bahwa nilai-nilai kebangsaan Indonesia akan terus bertahan ketika kita hanya berdiam diri," katanya.

Apalagi, kata Puan, saat ini kemajuan teknologi membawa masyarakat dan bangsa di dunia terhubung secara sosial ekonomi, budaya, dan politik.

Menurutnya, kemajuan teknologi dan komunikasi itu apabila tidak diantisipasi akan menciptakan kondisi yang membuat generasi muda mengalami disorientasi sebagai warga negara Indonesia.

"Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budaya bangsa, baik dalam etika maupun moral sebagai komunitas bangsa, dan tenggelam dalam pusaran gejolak disrupsi kemajuan teknologi informasi," ujarnya.

Namun, Puan mengatakan, berkepribadian dalam budaya Indonesia bukan berarti anti-budaya asing. “Dengan kepribadian bangsa yang kuat maka budaya asing dapat disaring dan dilarutkan dalam kebudayaan nasional," paparnya.

Puan mengingatkan, saat ini perkembangan ideologi trans-nasional, seperti individualisme, liberalisme, radikalisme, dan ekstrimisme agama, perlu diwaspadai karena membonceng perkembangan teknologi informasi.

"Yang perlu dibangun adalah sistem imunitas bangsa melalui pemberian serum ideologi pada generasi muda dengan penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini sebagai pandangan hidup bangsa. Apabila sudah memiliki nilai tersebut maka ideologi yang tidak sesuai akan tertolak dengan sendirinya," tutur politisi PDIP ini.

Puan berharap UNY turut aktif menjaga nilai-nilai kebangsaan. Peran perguruan tinggi juga penting bagi lahirnya pahlawan dalam bidang riset dan inovasi.

Kuliah umum ini diikuti sekitar 3000 mahasiswa baru UNY jenjang D4 hingga S3 secara luring dan daring. Rektor UNY Sumaryanto mengapresiasi kesediaan Ketua DPR RI mengisi kuliah umum bagi mahasiswa baru UNY.

Ia berharap kuliah umum ini bisa mempertahankan dan meningkatkan semangat kebangsaan, cinta kebhinekaan, dan menjaga ketangguhan NKRI.