Home Regional Rumah BUMN Rembang One Stop Place: Tempat Bersama UMKM dan Milenial

Rumah BUMN Rembang One Stop Place: Tempat Bersama UMKM dan Milenial

1047

Rembang, Gatra.com - Rumah BUMN Rembang yang difasilitasi PT Semen Indonesia (SIG) dan dikelola PT Semen Gresik (SG) telah menjalin mitra dengan 231 pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menangah (UMKM). Para mitra UMKM tersebut mendapatkan berbagai pelatihan dan bimbingan sehingga usahanya dapat berkembang lebih baik.

Sejak diresmikaan pada 17 Agustus 2020 sampai Oktober 2021, Rumah BUMN Rembang telah mencatatkan transaksi produk UMKM se-Rembang senilai Rp1,02 miliar.

Kepala Unit Komunikasi & CSR PT Semen Gresik, Dharma Sunyata menyatakan, awalnya hanya ada ratusan UMKM yang menjadi mitra Rumah BUMN Rembang. “Tapi sekarang UMKM yang menjadi mitra sudah mencapai 231 UMKM,” katanya kepada para wartawan peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI Jateng saat berkunjung ke Rumah BUMN Rembang, Jumat (12/11).

Lebih lanjut, Dharma menyatakan, para mitra UMKM mendapatkan berbagai pelatihan, seperti packaging atau pengemasan produk yang menarik, penjualan online serta bantuan peralatan produksi bila memang dibutuhkan.

Maklum saja saat pandemi Covid-19 melanda, penjualan UMKM turun dratis. Maka setelah mereka mendapatkan pelatihan penjualan online dan pengemasan produk yang menarik, angka penjualan diharapkan bisa meningkat

“Omzet penjualan UMKM yang tergabung di Rumah BUMN Rembang sampai saat ini sudah menembus angka Rp1,02 miliar. Kami tidak mengambil keuntungan sepeserpun,” katanya. Produk yang dijual oleh UMKM mitra Rumah BUMN Rembang aneka makan dan minum, ukir-ukiran, serta batik Lasem. Dengan harga lebih murah dari harga di pasaran.

Dharma menambahkan, Rumah BUM Rembang tidak hanya untuk pelaku UMKM saja, tapi juga berbagai kalangan separti kaum milenial, konten kreatif, sahabat seni, dan komunitas. “Tujuan kami agar mereka bisa meningkatkan kompetensi masing-masing,” ujarnya.

Humas & Institusional Relations Officer, PT Semen Gresik, Yeni Indah Lestari menambahkan, sejak diresmikan pada 17 Agustus 2020 sampai Oktober 2021 telah mencatatkan transaksi produk UMKM se-Rembang senilai Rp1,02 miliar dengan total transansi penjualan sebanyak 6.871 transaksi.

Jumlah total mitra sebanyak 231 UMKM yang menyerap 1.400 tenaga kerja, dengan total produksi 1.378 dengan 91 UMKM naik kelas. “Kami telah memberikan 36 kali pelatihan. Total pengunjung Rumah BUM Rembang telah mencapai 15.000 orang,” ujar Yeni.

Lebih lanjut perempuan berhijab ini menjelaskan, program utama Rumah BUMN Rembang adalah, pendampingan UMKM meliputi UMKM kokoh, rumah BUMN live sale dan showcase pameran produk UMKM unggulan kabupaten Rembang melalui berbagai platform media digital dan offline. Ada juga pendampingan sertifikasi legalitas UMKM untuk mendapatkan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifkat halal, Haki, dan lainnya.

Selain program pendampingan UMKM, ada juga program community engagement yakni optimalisasi rumah BUMN Rembang sebagai, co-working space yakni sebagai tempat berkumpul yang nyaman. Base camp milenial, pusat kesenian, sosial, dan budaya, serta creative hubungan komunitas Rembang.

“Rumah BUMN Rambang sekarang sebagai one stop place. Wadah untuk berkreasi bersama. Termasuk sebagai pusat satuan tugas (Satgas) penanganan bencana di Rembang,” ujar Yeni. Sebagai one stop place, Rumah BUMD Rembang dilengkapi ruang workshop, coffee shop, mini studio, meeting room, perlengkapan pembuatan konten, display produk UMKM, dan high speed internet 100 Mbps. “Ini semua bisa diakses masyarakat dengan gratis, tidak dipungut biaya,” kata Yeni.

Lokasi Rumah BUMN Rembang sangat stretegis dan muda dijangkau yakni di jalan raya Jalan Jendral Sudirman No.83, Rembang. Tepatnya di kompleks objek wisata Pantai Kartini Rembang.  

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS