Home Milenial Pasca Pandemi, Pemerintah Usung Pariwisata Berkualitas dan Berwawasan Lingkungan

Pasca Pandemi, Pemerintah Usung Pariwisata Berkualitas dan Berwawasan Lingkungan

Jakarta, Gatra.com – Pemerintah pelan tapi pasti akan membuka destinasi wisata seiring membaiknya kualitas kesehatan pasca pandemi COVID-19. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) hanya akan menargetkan 2 juta pengunjung pada 2022. Diketahui, tingkat kunjungan wisatawan turun tajam mendekati hampir 90% dari angka pra-pandemi yang mendekati 17 juta turis asing per tahun.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, pemerintah akan fokus pada kualitas pariwisata dibandingkan kuantitas dan statistika kunjungan. Pariwisata yang berkualitas akan memikat wisatawan untuk tinggal lebih lama di Indonesia, menetap di resort pantai yang indah dan atau menikmati lanskap hijau di perbukitan yang subur.

“Kami ingin meningkatkan jumlah hari yang mereka [wisatawan] habiskan di Indonesia, lama tinggal. Kami ingin memastikan tidak hanya pengeluaran dengan kualitas yang jauh lebih baik tetapi juga berdampak pada lingkungan. Angka 17 juta lebih itu membebani lingkungan kita. Kami bergerak ke jenis pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ucap Sandiaga dalam sesi wawancara khusus bersama Channel News Asia pada 9 November 2021.

Pergeseran strategi diambil pemerintah untuk menyesuaikan kelayakan perjalanan massal di tengah pandemi COVID-19. Sejalan dengan itu, krisis iklim yang mendorong masalah lingkungan masuk ke dalam agenda pembahasan pemerintah. Diketahui, pariwisata menjadi denyut sumber pendapatan Indonesia—menyumbang hampir 6% dari Produk Domestik Bruto (PDB) RI sebelum pandemi.

“Ini adalah konsep personalisasi, penyesuaian, pelokalan dan pariwisata yang lebih kecil, jauh, jauh lebih kecil,” kata Sandiaga. Dua destinasi wisata popular, yakni Bali dan Kepulauan Riau, mulai membuka kunjungan bagi wisatawan asing dari 19 negara pada Oktober lalu ketika kasus COVID-19 mereda. Pembukaan kembali tempat wisata masih diikuti dengan prosedur karantina wajib dan ketersediaan maskapai internasional.

Sandiaga menyatakan, pemerintah masih menjadikan masalah kesehatan sebagai prioritas. Pembukaan pariwisata diharapkan tidak membuka peluang munculnya klaster baru sekaligus melindungi pengunjung asing agar tidak sakit dan terinfeksi COVID-19 saat berkunjung ke Indonesia.

“(Gelombang) kedua di Bali dan wilayah lain di Indonesia yang terjadi pada Juli dan Agustus, benar-benar memberi pelajaran besar kepada kita bahwa kita perlu mempersiapkan fasilitas kesehatan dan perbekalan kesehatan ini,” ujarnya.

Sandiaga menyebut, kesenjangan besar dalam tingkat vaksinasi di negara-negara anggota ASEAN menimbulkan rintangan besar untuk tujuan perjalanan regional. Ia berharap, negara-negara ASEAN termasuk Indonesia akan tergerak untuk meningkatkan jumlah vaksinasi secara masif.

Indonesia akan berinsiatif mengambil kebijakan secara bertahap ketika pemerintah RI dipercaya menjadi tuan rumah KTT G20 yang dijadwalkan di Bali pada tahun mendatang. “Itulah mengapa kami harus sangat, sangat yakin bahwa pembukaan [wisata] Bali akan dilakukan dengan dasar yang aman dan terjamin,” pungkasnya.

466