Home Pendidikan Vaksin, PCR dan Swab Rutin Menjadi Syarat Mutlak PTM di USU

Vaksin, PCR dan Swab Rutin Menjadi Syarat Mutlak PTM di USU

225
Medan, Gatra.com - Pihak Universitas Sumatera Utara (USU) akan segera melakukan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) pada awal 2022 mendatang. Pelaksanaan PTM nantinya akan dilakukan dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) yang sangat ketat serta menerapkan sejumlah ketentuan guna mencegah terjadinya kelompok terpapar virus covid 19. 
 
Dalam acara Diskusi Publik Hybrid bertema Mengukur Kesiapan USU untuk PTM di Tengah Situasi New Normal, Sabtu (13/11), Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Edy Ikhsan menyampaikan pihaknya terus memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembelajaran luring yang ditetapkan oleh Satgas Covid-19 USU dan pemerintah berjalan baik.
 
Keputusan yang dikeluarkan USU atas PTM hasil dari komunikasi intens dan berbagi koordinasi lintas sektoral. Termasuk orang tua peserta didik telah memberikan izin. Nanti pihak USU akan memberikan persyaratan yang ketat dimana faktor kesehatan sangat diutamakan. Karena itu, peserta PTM yang memiliki komorbid tidak diizinkan ikut kelas luring. Selain itu, vaksin, PCR dan swab rutin menjadi syarat yang tidak bisa ditawar.
 
Kami akan terus melakukan sosialisasi dengan berbagai cara diantaranya memasang imbauan di tempat strategis di dalam kampus. Maka kami tentu tidak mau menciderai kepercayaan orang tua. Kami terus lakukan kordinasi dan komunikasi dengan Satgas Covid-19 mendesign kegiatan dan jadwal yang mampu memberi nyaman kepada peserta didik dan tenaga pengajar dari kemungkinan tertular Covid-19," ujarnya. 
 
Persiapan USU menyongsong kuliah tatap muka di awal tahun 2022, lanjut Edy, selain koordinasi antara Satgas Covid-19 USU dan Satgas Covid-19 adalah menyusun buku panduan penyelenggaraan kegiatan akademik. 
 
"Buku panduan ini akan terus kami sosialisasikan ke seluruh civitas akademik secara teratur sehingga diharapkan mampu menumbuhkan persepsi yang sama di antara dosen dan peserta didik. Buku panduan ini ikhtiar kami menyiapkan pembelajaran yang aman di samping kami juga terus melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan," ujarnya.
 
Saat ini, diakui Edy sudah ada sembilan Fakultas yang tengah melakukan praktikum melaksanakan kegiatan luring atau tatap muka dengan skema hybrid dan akhir tahun pihaknya akan melakukan evaluasi sehingga awal 2022 kegiatan luring bisa terlaksana lebih baik lagi. "Jadi bukan hanya mengatur alur pembelajaran saja, tapi kami juga menetapkan mekanisme evaluasi dan monitoring praktikum, kuliah luring dan hybrid, tutupnya.
 
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah yang didaulat sebagai Keynote Speaker dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa PTM terbatas sudah dapat dilakukan berdasarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek. Namun harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin sesuai dengan pedoman yang ada.
 
"Sebelumnya kami berterima kasih kepada USU atas penyelenggaraan diskusi kesiapan kita dalam pembelajaran tatap muka ini, kami hanya berharap agar dalam beraktivitas khususnya di lingkungan USU nantinya bisa tetap mematuhi protokol kesehatan," ujarnya. 
 
USU menurutnya harus membentuk Satgas Covid-19 lingkup USU, serta menyiapkan sarana dan prasarana kebutuhan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Juga memastikan semuanya berjalan sesuai SOP. USU juga diminta untuk membuat kelompok belajar, mengatur jadwal masuk antar kelompok hingga mengatur posisi meja, kursi dan lalu lintas di dalam kampus. "Semua harus dilakukan secara detail mana pintu gerbang masuk, mana pintu keluar sehingga tidak ada tampak kerumunan, dan pihak kampus lebih paham, karena pandemi ini belum usai," ujarnya. 

 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS