Home Lingkungan Lima Kunci Perubahan Sosial untuk Kelola sampah

Lima Kunci Perubahan Sosial untuk Kelola sampah

134

Jakarta, Gatra.com– Perencana Madya pada Direktorat Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Erik Armundito, S.T., M.T., Ph.D mengungkapkan ada lima hal terkait penanganan dan pengelolaan sampah yang menjadi kunci agar terjadi perubahan sosial dan perilaku masyarakat. Dimana peran individu dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan target nasional penanggulangan sampah, termasuk sampah plastik.  

"Pertama, peraturan perundangan dan turunannya, yang mengatur tentang pengelolaan dan pengolahan sampah mulai dari hulu sampai hilir," ungkap Erik dalam diskusi virtual bertema “Plastik dan Evolusi Perilaku Manusia” gerakan #GenerasiPilahPlastik dari Unilever Indonesia, Selasa (16/11).

Kedua, lanjut Erik, peningkatan pemahaman terhadap masyarakat, bisa melalui sosialisasi, pendampingan, kampanye pelatihan, hingga datang ke sekolah-sekolah. Yang ketiga, tokoh panutan, yaitu mereka yang memiliki komitmen terhadap pengelolaan sampah. Bisa jadi pejabat, wakil rakyat, tokoh agama, tokoh masyarakat, ataupun dari public figure.

Keempat, penyediaan fasilitas-fasilitas pengelolaan sampah. Serta yang kelima dan yang terpenting adalah penegakan hukum. "Kelima poin tersebut sudah ada dalam rencana pembangunan jangka menengah kita di tahun 2020-2024 dan juga sudah masuk di rencana pembangunan nasional jangka panjang," katanya.

Di Indonesia, timbunan sampah pada 2020 telah mencapai 67,8 juta ton per tahun. Diperkirakan akan meningkat 5% setiap tahunnya, dimana dari jumlah ini 15%-nya adalah sampah plastik.

Sedangkan di pulau Jawa, tercatat 88,17% sampah plastik masih diangkut ke TPA atau berserakan di lingkungan. Untuk itu, Pemerintah menargetkan angka pengurangan sampah hingga 30% tahun 2025.

Head of Sustainable Environment Unilever Indonesia Foundation, Maya Tamimi menyebut Unilever ikut berkomitmen dalam mengatasi permasalahan sampah, terutama sampah plastik di Indonesia.

“Merupakan tanggung jawab dan komitmen jangka panjang kami untuk turut membantu mengatasi permasalahan sampah, terutama sampah plastik di Indonesia. Kami percaya bahwa plastik memiliki tempatnya di dalam ekonomi, tetapi tidak di lingkungan kita.

"Hal ini sejalan dengan komitmen global bahwa selambatnya tahun 2025, Unilever akan mengurangi setengah dari penggunaan plastik baru," katanya.

Lalu mendesain 100% kemasan plastik produknya agar dapat didaur ulang, digunakan kembali atau dapat terubah menjadi kompos. Serta membantu mengumpulkan dan memroses kemasan plastik lebih banyak daripada yang dijual.

Maya menjelaskan untuk mencapai komitmen tersebut, Unilever Indonesia telah menerapkan upaya dari hulu ke hilir. Mulai dari mendesain produknya hingga ke paska penggunaan kemasan oleh konsumen.

“Edukasi ke masyarakat dan khususnya konsumen menjadi salah satu fokus yang kami lakukan. Baru-baru ini kami meluncurkan gerakan #GenerasiPilahPlastik untuk mengajak masyarakat menjadi generasi yang  peduli lingkungan dan  bertanggung jawab terhadap kemasan mereka gunakan, terutama kemasan plastik," ungkap Maya. 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS