Home Regional Antisipasi Laka Air, Petugas Bantu Pelampung untuk Penyeberangan Tradisional

Antisipasi Laka Air, Petugas Bantu Pelampung untuk Penyeberangan Tradisional

1033

Blora, Gatra.com- Banyaknya penyebarangan tradisional di Bengawan solo menjadi perhatian sendiri petugas gabungan di Kabupaten Blora. Untuk mencegah terjadinya laka air, petugas gabungan yang terdiri dari Polres Blora, Dinas Perhubungan dan jasa raharja menyerahkan bantuan pelampung bagi pemilik jasa penyeberangan, Rabu (17/11).

Tiga lokasi penyebrangan tradisional sungai Bengawan Solo yang didatangi adalah desa Jipang dan Ngloram di Kecamatan Cepu,  dan desa Jimbung Kecamatan Kedungtuban.

Didampingi oleh kepala desa setempat, petugas  menyerahkan bantuan berupa alat pelampung keselamatan  untuk pemilik penyebrangan tradisional.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan Kegiatan ini merupakan sinergitas antara Polres Blora bersama Dishub dan PT Jasa Raharja untuk mencegah terjadinya laka air yang dikhawatirkan terjadi saat musim hujan seperti saat ini.

"Hari ini bersama Dinas Perhubungan dan PT Jasa Raharja, kita lakukan edukasi protokol kesehatan dan edukasi keselamatan lalu lintas, terutama lalu lintas air di penyebrangan tradisional Bengawan Solo," kata Wiraga.

Wiraga mengungkapkan  bahwa kegiatan ini sekaligus dalam rangka Operasi Zebra Candi 2021 Polres Blora. Dimana dikedepankan penyuluhan dan sosialisasi keselamatan lalu lintas. "Kita imbau kepada pemilik ataupun operator penyebrangan perahu tradisional agar selalu berhati hati dan mengutamakan keselamatan. Jangan sampai over kapasitas penumpang, dan tentunya sarana keselamatan harus diperhatikan," paparnya.

Sementara, Kasi Angkutan Dinas Perhubungan Blora Ngadiyanto mengatakan bahwa hari ini diserahkan sebanyak 24 pelampung kepada pemilik penyebrangan tradisional diwilayah kecamatan Cepu dan Kedungtuban. Dimana tiap titik mendapat bantuan 8 pelampung.

"Kita serahkan 24 pelampung keselamatan, sekaligus kita sampaikan imbauan agar pemilik perahu melengkapi perahunya dengan sarana keselamatan. Karena bantuan terbatas. Mungkin mereka bisa memanfaatkan ban dalam mobil ataupun jerigen untuk pelampung bantuan. Dan kedepan akan kita usahakan untuk menambah jumlah penampungnya," ungkap Ngadiyanto.

Menurutnya, pihaknya bersama instansi lintas sektoral tak bosan menyampaikan imbauan keselamatan kepada para pemilik penyebrangan tradisional utamanya pada musim hujan seperti ini dimana rawan terjadi Banjir Bandang Sungai Bengawan Solo.

Pemberian bantuan pelampung inimendapat tanggapan positif dari Kepala Desa Jipang Ngadi. Dirinya mengaku senang dengan adanya perhatian kepada warganya. "Kami ucapkan terima kasih atas bantuannya, tentunya sangat bermanfaat bagi warga pemilik penyebrangan tradisional. Terutama sebagai sarana keselamatan saat musim banjir seperti ini," kata Ngadi.

Untuk diketahui, penyebrangan perahu tradisional di wilayah desa Jipang, Ngloram, Jimbung dan desa sekitarnya masih menjadi sarana favorit untuk berlalu lintas, karena dipandang lebih hemat dan cepat. Adapun penyebrangan tradisional disini adalah menghubungkan dua provinsi yaitu Kabupaten Blora Jawa Tengah dan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Untuk tarif penyebrangan itu sendiri sekali menyebrang dikenai biaya 3000 sampai 5000 rupiah.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS