Home Regional Khawatir Banjir Susulan, Seratusan Orang di Cilacap Bertahan di Pengungsian

Khawatir Banjir Susulan, Seratusan Orang di Cilacap Bertahan di Pengungsian

1208

Cilacap, Gatra.com – Seratusan orang di Desa Mulyasari dan Mulyadadi, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah masih bertahan di pengungsian meski banjir berangsur surut, Kamis siang (18/11/2021).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Majenang, Edi Sapto Prihono mengatakan dikhawatirkan hujan deras kembali turun dan menyebabkan air kembali naik sehingga rumah tak bisa dihuni. Pasalnya, enam titik jebol di Sungai Cikawung dan Selokan 1 belum diperbiki.

Sebagian warga mengungsi di Balai Desa Mulyasari. Sebagian lainnya di Masjid Baiturrohman. Sementara, di Desa Mulyasari, warga mengungsi ke rumah saudara atau tetangga yang relatif aman dari rendaman.

“Kondisi air sudah mulai surut. Jumlah pengungsi di balai desa sekitar 52 orang, sementara di masjid ada 17-an. Ya sekitar 70-an,” katanya, Kamis (18/11).

Menurut dia, sejak Kamis dinihari, cuaca terang sehingga air mulai surut. Namun, jika kembali hujan deras, hampir dipastikan air akan kembali melimpas melalui titik tanggul jebol dan masuk ke permukiman dan lahan pertanian warga.

“Kalau sekarang, dari tadi pagi sampai sekarang itu surut karena terang. Nanti kalau hujan lagi ya naik lagi. Karena tanggul belum tertangani,” terangnya.

Edi Sapto Prihono menambahkan, BPBD telah mendirikan posko penanganan banjir Majenang. di posko tersebut, BPBD dan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap juga mendirikan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan para pengungsidan posko kesehatan.

Dia juga menyatakan logistik lain, seperti selimut, kasur lantai dan obat-obat-obatan juga telah tersedia di posko tersebut. “Kita bersinergi dengan lintas sektor dalam penanganan bencana,” kata Edi.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak empat desa di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dilaporkan terendam banjir akibat jebol dan meluapnya Sungai Cikawung, Rabu (17/11).

Kepala Desa Mulyasari, Tohari mengatakan empat desa tersebut yakni, Mulyadadi, Mulyasari, Padangsari dan Pahonjean. Banjir disebabkan jebolnya dua titik tanggul di Selokan 1 dan empat titik di Sungai Cikawung.

“Yang Sungai Cikawung itu ya, memang aliran dari Karangpucung, Cimanggu, itu yang bedahan dulu, yang ada empat titik yang belum dikerjakan, nah itu sekarang imbasnya ke Mulyasari, Padangsari, Mulyadadi, Pahonjean,” katanya, Rabu (17/11).

Kata dia, akibat banjir tersebut ratusan jiwa mengungsi. Di Mulyasari sendiri, sebanyak 77 rumah terendam. Sebagian warga mengungsi ke masjid terdekat dan sebagian lainnya di Balai Desa Mulyasari.

Selain merendam permukiman penduduk, banjir juga merendam ratusan hektare sawah. Dari ratusan hektare ini, ada sekitar 10 hektare yang kini masih dalam kondisi dipanen sehingga terancam rusak akibat rendaman.


 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS