Home Lingkungan Jokowi: Kalau Hanya Ngomong Saja Saya Juga Bisa

Jokowi: Kalau Hanya Ngomong Saja Saya Juga Bisa

7386

Jakarta, Gatra.com – Upaya beralih dari energi fosil ke energi ramah lingkungan butuh dana yang tidak sedikit. Namun, hingga sekarang, belum ada skenario global yang final terkait pembiayaan transisi energi ke emisi nol bersih (net zero emission)

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka ‘Indonesia EBTKE ConEx ke-10’, Senin (22/11). Menurutnya, pertemuan COP26 maupun G20 tak memberikan solusi konkret meski sudah membahas intens transisi energi dalam dua tahun terakhir.

“Saya sendiri ditanya waktu di G20 maupun oleh PM Boris Johnson menyampaikan, untuk net zero emission Indonesia di 2060, ‘Kok enggak bisa maju? Yang lain 2050’. Ya enggak apa-apa, yang lain-lain kalau hanya ngomong saja saya juga bisa,” ungkap Jokowi.

Jokowi menyatakan, perlu ada kejelasan pihak yang akan menanggung selisih biaya saat transisi ke energi terbarukan. Sebab, tidak mungkin membebankan semua biaya tersebut ke Indonesia atau rakyatnya.

“Misalnya investasi datang, kan harganya tetap lebih mahal dari batubara. Siapa yang bayar gapnya? Ini yang belum ketemu. Negara? Kami? Gak mungkin. Angkanya berapa ratus triliun? Atau dibebankan ke masyarakat? Tarif listrik naik? Juga tidak mungkin,” tambahnya.

Karena itu, dirinya menugaskan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) supaya menghitung biaya transisi energi secara mendetail.

“Kalkulasinya yang konkret, hitungan angkanya riil. Kalau kita mentransisikan pasti ada harga yang naik. Pertanyaannya, siapa yang bertanggung jawab, pemerintah atau masyarakat atau masyarakat global. Mau mereka ‘nombokin’ ini?” imbuh Jokowi.

Meski begitu, Jokowi menyebut Indonesia memiliki potensi energi ramah lingkungan yang besar hingga 418 gigawatt (GW). Jumlah itu meliputi energi dari hydropower, geothermal, bayu, solar panel, arus bawah laut, dan sebagainya.

“Potensinya sangat besar sekali. Tetapi, kita harus ingat dan para pemimpin dunia telah saya sampaikan, Indonesia ini sudah lama dan sudah tanda tangan kontrak, PLTU-nya sudah berjalan pakai batubaru. Pertanyaannya, skenarionya seperti apa?”

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS