Home Pendidikan Praktikum Vokasi Diminta Mulai Kerjakan Pesanan Industri

Praktikum Vokasi Diminta Mulai Kerjakan Pesanan Industri

62

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berharap sekolah dan perguruan tinggi vokasi untuk menerapkan Project Based Learning yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto, menyampaikan, ke depan tak mau lagi pelajar vokasi mengerjakan sebuah project atau praktik yang sifatnya sekadar "project-projectan".

Yang dimaksud Wikan, aktivitas praktik dalam Project Based Learning yang dikerjakan pelajar vokasi harus berupa pesanan industri secara nyata. Jangan lagi, pelajar vokasi melakukan praktik yang ketika selesai dikerjakan, hasil praktiknya tidak berdampak pada hal apa pun kecuali penilaian dari sekolah

"Misalnya, mata kuliah pengelasan logam. Sudah betul itu selama 90 jam dalam 1 semester belajar ngelas. Tapi, yang dilas bukan pesenan riil dari industri. Itu namanya hanya simulasi. Kita mau, ke depan yang dikerjakan itu benar-benar pesanan dari konsumen industri," kata Wikan dalam Webinar bertajuk "Peran Strategis Industri Dalam Pembangunan SDM Vokasi", Selasa (23/11). 

Karena yang dilihatnya selama ini praktik yang ala kadarnya tidak berdampak pada keterampilan pelajar. Berbeda jika apa yang dipraktikkan tersebut merupakan pesanan industri langsung. Pelajar atau mahasiswa vokasi tentunya tidak bisa mengerjakan proyek tersebut secara sembarangan.

"Kalau pengerjaannya tidak sesuai dengan industri inginkan, itu pasti ditolak. Itu suatu project yang sebenarnya harus masuk ke dalam kelas. Ketika nanti anak bekerja dalam project real, akhirnya muncul keterampilan softskill," paparnya.

Wikan optimistis dengan praktik nyata, maka pelajar vokasi akan giat untuk bekerja sama dalam tim, aktif menjalin komunikasi dengan industri, hingga mampu menyampaikan presentasi yang apik terkait project yang dikerjakannya.

Hal ini yang menurut Wikan hingga saat ini belum banyak muncul, baik di Politeknik, Sekolah Vokasi, maupun Sekolah Menengah Kejuruan. 

"Mereka selalu bilang bahwa sudah melakukan praktik 60%, teori 40%. Tapi saya lihat hingga kini belum. Padahal industri butuhnya softskill. Makanya kuncunya itu segera lakukan Project Based Learning sejak dini," ujarnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS