Home Pendidikan Anies: Guru Bisa Digantikan Teknologi Jika Metodenya Itu-Itu Saja

Anies: Guru Bisa Digantikan Teknologi Jika Metodenya Itu-Itu Saja

120

Jakarta, Gatra.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak para guru agar menjadi pendidik yang mampu menginspirasi muridnya. Sehingga, harapannya, guru tersebut akan terus dikenang dalam perjalanan hidup sang murid.

“Guru diingat karena apa? Menginspirasi atau menyebalkan. Pertanyaannya, kita mau diingat sebagai yang mana? Insya Allah, guru-guru di Jakarta akan diingat sebagai yang menginspirasi,” kata Anies dalam puncak peringatan ‘Hari Guru Nasional 2021’ di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Disdik DKI Jakarta, Kamis (25/11).

Menurut Anies, guru juga perlu menciptakan ekosistem sekolah yang menantang, namun tetap menyenangkan. Dengan begitu, bisa membuat murid senang dalam kegiatan belajar mengajar. Dia pun mendorong para guru supaya terus tumbuh berkembang, kreatif, dan dinamis.

“Pengalaman saya bahwa berikan yang menantang tapi menyenangkan, karena sebuah sekolah yang baik itu diukur dari muridnya. Apabila murid ingin balik menerima pembelajaran di sekolah, maka sekolah itu menyenangkan. Tetapi, jika murid berat hati saat bersekolah, maka sekolah jadi masalah, dan ini jangan terjadi di Jakarta,” imbuhnya.

Anies mengajak masyarakat untuk kembali mengenang jasa dan peran guru. Sebab, apa yang seseorang kerjakan saat ini selalu mencerminkan didikan yang pernah diterima.

“Tadi disampaikan guru tak bisa digantikan teknologi. Sebenarnya bisa, apabila guru tersebut mekanistik dan itu-itu saja. Namun, jika gurunya mengajar dengan hati dan menginspirasi, maka tak ada teknologi yang menggantikan, dan insya Allah itu adalah guru di Jakarta,” terangnya.

Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, menjelaskan bahwa tema peringatan ‘Hari Guru Nasional’ tahun ini adalah ‘Bergerak dengan Hati Pulihkan Pendidikan’. Pihaknya melakukan penyelarasan sehingga tema peringatan Hari Guru di Jakarta adalah ‘Mendidik dengan Hati, Membangun Negeri, Tak Tergantikan Teknologi’.

“Ini merupakan bagian dari semangat kami bahwa peran guru bersatu tanpa melihat latar belakang untuk memberikan layanan pendidikan secara total dan menyeluruh. Kita juga membersamai anak-anak kami di dua tahun yang penuh tantangan [pandemi] untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan tuntas di Jakarta,” ungkapnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS