Home Apa Siapa CEO Agung Concern Group, Ilham Panjaitan Luncurkan Buku 'Panjaitan van Menteng'

CEO Agung Concern Group, Ilham Panjaitan Luncurkan Buku 'Panjaitan van Menteng'

450

Jakarta, Gatra.com  – Merayakan hari ulang tahun ke-65, CEO Agung Concern Group Mahatma Ilham Panjaitan, meluncurkan sebuah buku perjalanan hidupnya, di Hotel Four Seasons, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/11). Buku berjudul “Panjaitan van Menteng The Godfather” itu ditulis jurnalis Putut Trihusodo dan Dwitri Waluyo dengan gaya reportase humanis.

Hadir dalam peluncuran buku yang dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes) itu para tokoh moneter Indonesia, para bankir, sejumlah pejabat dan petinggi keuangan serta handai taulan. Antara lain: Agus Martowardojo, mantan Gubernur BI dan Menteri Keuangan; Jahja Setiatmadja, Dirut BCA; Taswin Zakaria, Dirut Maybank Indonesia; Solihin Kalla dari (Group Kalla), Letnan Jendral TNI (Purn) Hotmangaraja Panjaitan, Nur Asia Uno (istri dari Sandiaga Uno/Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif), dan lain-lain.

Mengutip pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, tidak banyak perusahaan keluarga yang bisa bertahan hingga lebih dari delapan windu. Agung Concern Group (beroperasi sejak 1954) adalah yang termasuk dari segelintir itu. Selain bertahan dari gerusan krisis, Agung Concern juga bertumbuh pesat. Bidang usahanya, merambah sejumlah sektor, termasuk sektor IT yang saat ini tengah berkembang pesat. “Dalam dua dekade terakhir ini, sejak dipimpin Ilham Panjaitan, Agung Concern Group telah masuk ke jajaran elite korporasi di Tanah Air. Agung Concern Group memiliki kekuatan besar untuk ikut menjadi salah satu pelaku penting yang akan ikut meramaikan pentas Indonesia Emas 2045,” catat Putut Trihusodo, sang penulis buku. 

Meski memimpin korporasi besar, menurut Putut, sosok Ilham Panjaitan tidak begitu dikenal publik. Ilham, begitu low profile. Ilham bukan pula sosok yang gemar membicarakan tentang dirinya atau succes story-nya. Itu sebabnya, buku ini hampir sepenuhnya merupakan rangkaian cerita dari kawan sekolah, kawan kuliah, rekan bisnis, serta para kolega lainnya, tentang sosok Ilham dan apa yang dia kerjakan sejauh ini.

Ilham Panjaitan dan istri (tengah) bersama tim penulis buku "Panjaitan van Menteng" (GATRA/dok) 

Bagi Ilham, lebih mudah menyampaikan hal-hal yang dianggapnya prinsip-prinsip yang dijalaninya. Tentang prinsip hidup sebagai ayah, misalnya, sebagai suami,CEO atau sebagai pelaku usaha dengan segala komitmennya. “Tentang keseharian dan kebiasaan Pak Ilham, kami mewancarai 40an orang narasumber. Mereka adalah, teman reman, rekan kuliah, keluarga, partner bisnis dll,” kata Putut.

Buku setebal 272 halaman ini dilengkapi prolog yang ditulis Pak Luhut Binsar Pandjaitan. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi ini, mengenal keluarga Pak Ilham Panjaitan, sudah sejak 1950-an. Turut pula memberi testimoni adalah Jusuf Kalla,  Wapres 2004-209 & 2014-2019, dan Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan pada 2016-2019.

Dalam “Panjaitan van Menteng”, digambarkan bahwa Ilham lebih suka sibuk bekerja ketimbang mematut-matut diri dan tampil di media. Berkat kepemimpinan Ilham, memastikan Agung Toyota (salah satu divisi usaha Agung Concern Group) tumbuh pesat.

Agung Toyota yang tercatat sebagai satu dari lima founding dealer Toyota sejak 1972, menguasai pasar mobil di wilayah Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, dan Bali dengan total jumlah karyawan tetap mencapai lebih dari 1.000 orang. Adapun total karyawan Agung Concern sebagai holding, lebih dari 5000 orang yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

Namun begitu, manakala ada kesempatan, Pak Ilham tidak lupa untuk menyenangkan diri sendiri; mendengarkan musik, dan menonton film bersama keluarga. Termasuk, traveling sebagai hobinya, rutin dilakukan bersama keluarga maupun karyawan Agung Concern sebagai acara tahunan.

Buku Panjaitan van Menteng, menurut Putut , juga mencatat sejumlah hal penting yang bisa dijadikan pelajaran bagi perusahaan keluarga yang ingin eksis dan bertahan puluhan bahkan ratusan tahun. Tentang filosofi keluarga yang menjadi corporate culture, pembentukan tim building, juga kejelian membaca situasi dan mengeksekusinya sebagai bisnis yang menguntungkan. “Banyak best practise yang bisa dijadikan pelajaran. Baik itu tentang corporate culture, membangun tim yang solid, manajemen mengatasi krisis dan lain-lain,” tambah Dwitri Waluyo, anggota tim penulis. 

Tentang perubahan iklim bisnis (base on TI) saat ini, Ilham melihatnya bahwa perubahan itu hal yang tak bisa dihindari. “Maka, perubahan perlu disikapi dengan waspada dan proporsional. Tidak memandangnya secara underestimate tidak pula overestimate,” jelas Ilham, seraya menambahkan filosofi bisnis yang dianutnya; “Bisnis urusannya bukan soal siapa menang dan siapa kalah. Semua pihak harus merasa menang dan puas karena bisa mengambil manfaat secara adil.” 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS